Lumajang (beritajatim.com) – Raut bahagia terpancar dari wajah anak-anak korban erupsi Gunung Semeru di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Kini mereka bisa belajar di tempat yang layak usai setahun sekolah di bawah tenda.
Dengan antusias mereka membawa bendera menyambut Pemerintah Kabupaten Lumajang dan rombongan dari PT United Tractors Tbk yang datang untuk serah terima gedung sekolah beserta fasilitasnya kepada para murid dan guru korban erupsi Semeru.
“Akhirnya bisa sekolah lagi di dalam gedung,” celetuk Johan, salah satu murid kelas 1 Sekolah Dasar Negeri Sumberwuluh 2 ini bersama dengan teman sebayanya, Kamis (2/3/2023).
Kebahagiaan itu muncul lantaran kesulitan mereka belajar di bawah tenda pengungsian selama setahun akan berakhir. Mereka kini tak perlu lagi belajar dengan fasilitas yang sangat terbatas.
Sekolah mereka sebelumnya berada di Kacar Kuning, Kabupaten Lumajang, yang masuk zona merah bencana. Ini karena lokasinya sangat dekat dengan jalur erupsi Gunung Semeru.
Di erupsi pertama pada Desember 2021 lalu, sekolah mereka rusak parah terkena dampak. Bahkan menurut Johan, sudah tidak layak lagi dipakai untuk kegiatan belajar mengajar karena tertimbun pasir.
Siswa-siswi SD itu akhirnya terpaksa menerima keadaan. Kegiatan belajar harus tetap berjalan, sehingga ruang kelas terpaksa berpindah dari satu tenda ke tenda pengungsian lainnya dalam satu tahun terakhir ini.
Kesulitan itu akan segera berakhir. Ada uluran tangan dari tim Astra Grup lewat PT United Tractors Tbk berupa gedung sekolah gratis.
“Akhirnya aku bisa konsentrasi sekolah, senang sekali bisa punya sekolah baru tidak seperti di pengungsian dan harus berpindah-pindah dari lokasi pengungsian,” ungkap Johan, Rabu (1/3/2023).
Banyak harapan yang diberikan oleh Johan Alfarizi dengan sekolah barunya, tidak lagi harus berpindah-pindah belajar ke tenda pengungsian.
Karena menurutnya belajar dengan keterbatasan membuatnya tidak nyaman dalam banyak hal, mulai dari konsentrasi hingga keterbatasan guru saat mengajar.
“Nggak suka aku kalau sekolah di pengungsian banyak yang nakal, panas dan Konsentrasi nya susah karena kan terbatas dan gurunya juga tidak seperti mengajar di sekolah,” imbuhnya.
Di sisi lain, Edhie Sarwono, Direktur utama PT United Tractors Tbk ini mengatakan dengan fasilitas ini diharapkan tingkat pendidikan di wilayah terdampak Semeru ini makin meningkat.
Dimana mereka tidak lagi gagal teknologi dan gemar membaca buku, karena pihaknya telah memberikan bantuan beberapa unit komputer dan buku yang bermanfaat.
“Akhirnya kami menyerahkan bantuan yang paket kedua dari komitmen kamu pada saat membantu korban Erupsi semeru, pembangunan rumah dan sekolah ini dapat dukungan luar biasa dari pemerintah hingga masyarakat setempat. Dengan fasilitas yang kami beri anak-anak disini bisa melek teknologi,”ungkap Edhi.
Lebih lanjut pihaknya meyakini pentingnya fasilitas pendidikan yang memadai agar kegiatan belajar serta
kualitas pendidikan dapat terjaga. Oleh karena itu, bantuan SD ini merupakan langkah awal kami
dalam membantu menjaga keberlanjutan warga sekitar khususnya pada aspek pendidikan.
“Secara khusus, kami ingin memastikan program keberlanjutan untuk penyintas erupsi Semeru tidak berhenti
di tengah jalan,” imbuh Edhi Sarwono.
Nantinya, SD ini akan mencakup dua sekolah yang sebelumnya terdampak bencana yakni SDN Sumberwuluh 02 dan SDN Supiturang 03 dengan total mencapai 200 murid. [way/beq]







