Jombang (beritajatim.com) – Akibat arus Sungai Konto yang cukup deras, jembatan penghubung antardusun di Desa Kayen Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang putus, Rabu (1/3/2023. Akibatnya, aktivitas warga setempat terganggu.
Pasalnya, jembatan tersebut merupakan penghubung antara Dusun Bodeh Utara dengan Bodeh Selatan. Ketika berangkat ke sawah, jembatan itulah yang dilintasi. Begitu juga dengan anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.
Kedua dusun ini dihuni ratusan KK (Kepala Keluarga). Rumah-rumah permanen berdiri di dusun tersebut. Bahkan di Dusun Bodeh Selatan, terdapat komplek perumahan. “Ambruknya tadi malam, karena tergerus air sungai,” kata Ikrom (56), warga setempat.
BACA JUGA:
Jalan Penghubung Jombang-Kediri Banjir, Dampak Tanggul Jebol
Ikrom bersama warga lainnya berada di lokasi. Mereka ketar ketir dengan kondisi Jembatan Bodeh. Sudah begitu, tanggul di sekitar jembatan juga banyak yang terkikis. Padahal di balik tanggul terdapat kawasan permukiman padat penduduk.
Wafa (52), warga lainnya mengatakan, jembatan yang putus itu terakhir dibangun pada enam tahun lalu. Panjangnya sekitar 20 meter, sedangkan lebarnya dua meter. Nah, sejak semalam debit arus Sungai Konto mengalami peningkatan. Arusnya juga deras. Ada materail seperti kayu dan lumpur di aliran sungai.

Karena kuatnya arus, tiang jembatan sisi selatan tergerus dan ambruk. Pondasinya terlepas dari tanggul. Pada Rabu pagi, warga mendatangi lokasi. Mereka menaruh kayu gelondong pada mulut jembatan sebelah utara. Sedangkan mulut jembatan sisi selatan diberi penanda batang bambu. Tujuannya, agar pengguna jalan tidak melintas.
“Karena jembatan putus, warga yang hendak pergi ke dusun lain harus memutar ke arah barat. Jaraknya sekitar satu kilometer. Di sebelah barat sana masih ada jembatan lain,” kata Wafa sembari menunjuk arah jembatan Dusun Bodeh Barat.
Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang Syamsul Bahri membenarkan peristiwa itu. Pihaknya juga sudah melakukan pendataan kawasan-kawasan yang terdampak.
BACA JUGA:
Diterjang Luapan Air Sungai, Jembatan Antar Desa di Mojokerto Putus
Karena selain jembatan Bodeh yang putus, terdapat beberapa titik tanggul terkikis di sekitar lokasi. BPBD Jombang juga sudah melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat dan FPRB (Forum Pengurangan Risiki Bencana) tingkat desa.
“Kita melaporkan kejadian ini ke BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Kita juga sudah menerjunkan tim untuk melakukan assesmen. Selain jembatan putus, banyak tanggul yang terkikis,” kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Jombang. [suf/ted]






