Surabaya (beritajatim.com) – Masyarakat Indonesia sudah tak asing lagi dengan nama Kusbini. Ia merupakan salah satu sosok musisi Indonesia yang menciptakan lagu kebangsaan ‘Bagimu Negeri’. Hari ini, 28 Februari menjadi peringatan 32 tahun sejak ia meninggal, tepatnya pada tahun 1991.
Pemilik nama lengkap Raden Kusbini lahir di Desa Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur pada 1 Januari 1910. Ia mendalami musik keroncong pada era 1930 – 1955, lantas menjadi sang legenda bersama tokoh musik terkenal lainnya seperti Gaesang, S. Abdoella, Miss Roekiah, Annie Landouw dan masih banyak lagi.
Kusbini menghabiskan masa remajanya di Surabaya, dan melanjutkan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), yang merupakan sekolah menengah pertama di era kolonial Belanda. Setelahnya Kusbini meneruskan di Sekolah Dagang sembari memulai karir pemusik di sebuah perkumpulan musik keroncong Surabaya, Jong Indische Styken Tokkel Orkest (Jitso).
Darah bermusiknya memang sangat kental, membuat Presiden RI Pertama, Soekarno melirik bakat Kusbini. Ia bahkan meminta Kusbini bergabung bersama panitia lagu kebangsaan Indonesia Raya, yakni WR. Supratman, Sanusi Pane, Moh Yamin, C. Simanjuntak, dan Ibu Soed.
Di tahun 1945 – 1952 ia telah menciptakan sejumlah lagu perjuangan bersama Ismail Marzuki, C. Simanjuntak, L. Manik dan yang lainnya. Karya – karyanya inilah yang berjasa bagi industri musik tanah air.
BACA JUGA: Profil Ali Mannagalli Parawansa, Putra Khofifah yang Dirumorkan Merapat ke PAN
Lagu Bagimu Negeri sendiri diciptakan pada tahun 1942 dan diresmikan menjadi lagu nasional Indonesia pada tahun 1960. Selain itu, beberapa lagu yang juga diciptakan oleh Kusbini antara lain:
· Salam Merdeka
· Pembangunan
· Merdeka
· Cinta Tanah Air
· Kewajiban Manusia
· Keroncong Sarinade
· Keroncong Purbakala
· Keroncong Moresko
· Ngumandang Kenang
· Pamulatsih
· Dwi Tunggal
Karya – karya tersebut berhasil membawanya pada beberapa penghargaan. Diantaranya pada tahun 1951 ketika ia memenangkan pemilihan lagu keroncong, KR Pastoral, lalu di tahun 1972 ia mendapatkan Anugerah Piagam Seni dari Pemerintah Republik Indonesia.
Tidak berhenti sampai disitu, di tahun 1976 Kusbini juga meraih Penghargaan dari Departemen keamanan Komando Wilayah Pertahanan II. Bahkan, pada tahun 2011 Taman Budaya Yogyakarta memberinya Anugerah Maestro di Bidang Seni Musik.
Ini menandakan bahwa karya – karya Kusbini akan selalu terkenang meski ia telah tiada. Kusbini sendiri menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 81 tahun. (mnd/nap)






