Surabaya (beritajatim.com) – Kasus penganiayaan David Latumahina yang dilakukan oleh anak eks pejabat Ditjen Pajak, Mario Dandy Satrio sempat menghebohkan publik.
Akibat dari aksi kekerasan tersebut, David didiagnosa diffuse axonal injury sehingga membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
Psikolog Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Maryam Alatas mengungkapkan beberapa faktor yang memicu perilaku kekerasan tersebut.
Maryam menjelaskan, perilaku kekerasan pada remaja adalah tindakan yang disengaja dan berakibat fatal karena mencederai fisik dan mental seseorang. Dia menyebutkan, pengalaman psikologi dan lingkungan bisa memicu perilaku kekerasan itu.
Berdasarkan aspek pengalaman psikologis, kata Maryam, seseorang cenderung memiliki perilaku agresif yang memicu melakukan tindak kekerasan melalui pengalaman.
BACA JUGA: David Anak Kader Ansor Dianiaya, Ini Sikap GP Ansor Jatim
Maryam menilai, kasus penganiayaan Mario Dandy terhadap David merupakan buntut dari pola asuh orang tua yang permisif. Menurutnya, pola pengasuhan yang permisif bisa membuat anak “menjadi-jadi” melakukan hal sesuka hati, termasuk tindak kekerasan.
“Pengasuhan yang cenderung permisif misalnya, anak serba boleh, tidak memberikan aturan yang jelas dan tegas, cenderung memanjakan,” kata Maryam dalam keterangannya yang dikutip dari laman NU Online, Senin (27/2/2023).
Maryam juga mengungkapkan, efek yang terjadi terhadap orang tua mungkin menyangkut flexing yang dilakukan oleh anak sehingga mengundang pihak-pihak terkait untuk melakukan pemeriksaan.
Kepala Unit Pelayanan dan Pengembangan Psikologi (UP3) Unusia ini mengatakan bahwa faktor lingkungan juga mempengaruhi adanya tindak kekerasan pada remaja.
“Remaja bisa melakukan kekerasan terhadap remaja lainnya bisa disebabkan karena faktor lingkungan, misalnya terbiasa ada di lingkungan dengan teman-teman yang melakukan kekerasan,” imbuh Maryam.
BACA JUGA: Viral Rubicon Anak Pejabat, Berikut Spesifikasi, Harga dan Biaya Pajaknya
Selain itu, faktor lain yang dapat memicu penganiayaan adalah karakteristik remaja yang secara emosi masih labil atau tidak memikirkan dampak panjang.
Sebagai informasi, David hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Jakarta Selatan setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Permata Hijau.
Sejumlah tokoh negara dan agama menjenguk David, mulai dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qumas dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Adapun tokoh lain yang menjenguk David dan turut mendoakannya adalah Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Alissa Wahid. (nap)






