Sidoarjo (beritajatim.com) – Nenek di Sidoarjo melaporkan menantunya ke polisi. Ini dipicu pemukulan yang dialami nenek tersebut yang dilakukan oleh sang menantu.
Kesabaran SR (55) warga Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin melihat ulah menantunya sendiri, NAS (33), sepertinya sudah habis. SR memilih lapor ke polisi setelah dirinya menjadi korban penganiayaan NAS suami SA (38) anak kandungnya, dengan cara wajahnya dipukul hingga pingsan sekitar 3 jam
Nenek itu merasa kasihan melihat cucunya, yang masih balita telah dibanting oleh suami anak kandungnya yang temperamental itu.
Informasinya bahwa tindak kekerasan NAS terhadap anak dan ibu mertuanya tersebut tanpa sebab yang pasti. Gaya gampang main tangan NAS seperti itu, juga sudah sering dilampiaskan kepada SA istrinya sendiri.
“Suami saya ini memang orangnya tempramental. Tanpa sebab tiba-tiba main pukul dan tendang,” ujar SA istri pelaku, Senin (27/2/2023).
SA bercerita sudah tiga tahun inu hidup dengan pelaku NAS. Dirinya juga sudah sering kali mendapatkan tindakan kasar dari NAS. Pada tahun pertama pernikahan, SA pernah mengalami gendang telinga sebelah kanan pecah akibat dipukul NAS.
Tidak itu saja, sambung SA, kelakuan para dialami SA pada beberapa bulan yang lalu. Kaki kanannya ditendang dari samping akibatnya SA tak bisa jalan dan akhirnya menjalani operasi di rumah sakit. “Kaki, bagian lutut saya ini bekas operasi, akibat ditendang suami saya,” ungkapnya.
SA mengaku terus berusaha sabar meskipun sering kali mendapatkan siksaan, karena ingin mempertahankan rumah tangganya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”Sidoarjo”]
“Saya berusaha sabar mas, meski sering mendapatkan kekerasan, tapi kali ini kesabaran saya sudah tak bisa ditahan, karena anak dan ibu saya yang sudah tua ikut dianiaya juga,” paparnya.
SA nelanjutkan ceritanya awal kejadian tersebut, pada Kamis lalu (23/2/2023) sekitar pukul 16.30 WIB, pelaku NAS yang sudah beberapa bulan tinggal terpisah, tiba-tiba menanyakan stok barang jualannya di toko online kepadanya lewat chat WA.
“Lewat WA (NAS red,) tanya stok barangnya yang tinggal 7 ada yang mau pesan. Terus saya jawab, jual aja semuanya, jawabku gitu,” akunya.
Beberapa saat kemudian pelaku NAS datang ke rumahnya dan langsung marah-marah keoadanya, karena jawaban di chat WA dianggap ketus oleh NAS. Melihat pelaku marah-marah SA diam saja. “Saat dia marah-marah, saya diam aja, khawatir dipukuli,” tukasnya.
Lantaran tak ditanggapi olehnya, lanjut SA, pelaku NAS keluar dan balik menuju rumahnya di Kludan. Tak berselang lama NAS balik lagi dengan menggendong anak kandungnya yang paling kecil berusia 16 bulan. Tiba-tiba anak kandungnya langsung dibanting oleh NAS, untuk saja dirinya bisa menangkap.
“Saat dibanting, saya berhasil menangkap kaki anak saya, tapi kepalanya ada di bawah ke kaki saya hingga memar,” ungkapnya.
Tindakan NAS dilihat langsung oleh korban SR (55) mertua pelaku. Dan korban SR mengingatkan perilaku NAS tersebut. Namun NAS langsung memukul wajah mertuanya hingga jatuh ke lantai dan pingsan.
“Saat ibu pingsan saya langsung teriak-teriak minta tolong dan warga sekitar langsung berlarian menolong, dan pelaku pergi begitu saja,” urainya.
Akibat pukulan itu, korban SR pingsan selama 3 jam dan saat siuman langsung kejang-kejang. Dan hingga sekarang kepala SR masih terasa ngilu.
“Karena tindakan yang keterlaluan itu, akhirnya keluarga langsung melaporkan ke Polresta Sidoarjo,” tegasnya.
Terpisah, Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono membenarkan adanya laporan korban kekerasan tersebut. Dan perkaranya dalam penanganan petugas Satreskrim Polresta Sidoarjo. “Benar ada laporan soal kasus itu, dan dalam proses penanganan,” jawab Iptu Novi. [isa/beq]






