Jombang (beritajatim.com) – Kawasan Wonosalam Kabupaten Jombang Jawa Timur terus bersolek. Destinasi wisata bermunculan. Namun ada satu destitasi yang cukup menyita perhatian. Namanya, Wisata Halal DeDurian Park. Wisata ini dilaunching pada Minggu (26/2/2023) besok.
Tentu saja, lahirnya wisata halal ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Di antaranya ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) orwil Jatim dan ISMI (Ikatan Saudagar Muslim Indonesia). “Peresmian wisata halal ini kami lakukan Minggu besok,” jelas Yusron Aminulloh, CEO DeDurian Park, Sabtu (25/2/2023).
Yusron menjelaskan, pihaknya mengundang banyak kalangan dalam peresmian tersebut. Bahkan akan ada legitimasi dengan sambutan Ketua ISMI Jatim Ir Misbahul Huda, MBA, kemudian Ketua ICMI Jatim Dr Ulul Albab, lalu Prof Dr Reza Tirta Winata, Konsultan Ahli DeDurian Park.
BACA JUGA:
Disaksikan Gubernur Khofifah, DeDurian Park Lakukan MoU dengan ICMI Jatim
“Puncaknya penyampaian pidato Menjaga Integritas DeDurian Park Sebagai Wisata Halal, oleh Dr Imam Muhajirin El Fahmi, Master Coah, Komisaris DeDurian Park,” sambung Yusron Aminulloh.
Sementara itu, Ketua ICMI Jatim Dr Ulul Albab menilai, lokasi wisata ini insyaallah ke depan akan menjadi viral. Banyak masyarakat Jawa Timur yang mengunjungi kampus alam DeDurian Park tersebut. Itu karena alamnya sangat indah. Udaranya sejuk dan lokasinya terjangkau.

“Di sini masyarakat bisa belajar kehidupan, mendalami ilmu yang diperoleh di bangku sekolahan maupun kampus, berdiskusi bahkan berdebat merumuskan konsep dan teori mutakhir. Bahkan bisa dimanfaatkan untuk mempercepat perolehan hafalan Alquran bagi para penghafal,” kata Dr Ulul.
Yang juga tak boleh dilupakan, menurut Ulul, di DeDurian Park sangat layak untuk dijadikan lokasi pengambilan gambar untuk pembuatan konten dakwah, konten bisnis, konten sosial politik, konten keilmuan dan lain-lain. “Karena alamnya sangat bagus. Udaranya segar,” ujarnya.
Pada bagian lain, Ketua ISMI Jatim Ir Misbahul Huda, MBA sangat antusias mendukung acara ini. Sebagai sebuah konsep, katanya, ekosistem halal sudah lama dikenal dan dibahas diberbagai forum ICMI dan ISMI dalam tema keumatan dan keindonesiaan.
BACA JUGA:
Desa Bukan Masa Lalu, Tapi Masa Depan
“Ekosistem halal sudah menjadi tuntutan kebutuhan masyarakat dunia, bukan hanya milik umat Islam. Namun dalam praktik, umat Islam indonesia kalah cepat dengan negara-negara tetangga, Korea, Thailand dan Malaysia yang nota bene muslim bukan penduduk mayoritas,” ungkap Ustadz Misbah, panggilan akrab Ir Misbahul Huda, MBA.
“Ini ironi, karena itu saatnya kita serius dan fokus mengembangkan ekosistem halal. Yakni dengan melakukan sinergi antara ISMI-ICMI dan DeDurian Park. Ini sebagai implementasi wisata halal di Indonesia,” tegas Misbah yang juga pengusaha property ini. [suf/ted]






