Gaya Hidup

Desa Bukan Masa Lalu, Tapi Masa Depan

CEO DeDurian Park dan Saieda Estate Wonosalam Jombang, Yusron Aminulloh, saat melakukan penanaman 1000 pohon bambu

Jombang (beritajatim.com) – Hari ini dan masa mendatang, kembali ke alam adalah jawaban. Pulang ke desa, hidup di desa bukanlah masa lalu, tapi masa depan.

Hal itu disampaikan Yusron Aminulloh, CEO DeDurian Park dan Saieda Estate Wonosalam Jombang, Jawa Timur, saat evaluasi penanaman 1000 pohon bambu pada 9 dan 10 September di kampung bambu Wonosalam.

“Tapi desa masa depan adalah desa yang fasilitasnya memadai. Teknologi modern terpenuhi, fasilitas ekonomi terpenuhi, seperti banyak desa-desa di Eropa. Bedanya kita religius, dengan suasana beribadah. Anak-anak kecil berduyun-duyun ngaji ke masjid,” kata Yusron.

Jombang sebagai kota beriman, dikelilingi pesantren. “Maka kami akan lahirkan kawasan wisata yang islami. Kami memakai pedoman nasional wisata halal, yang sudah terstndart. Tinggal aplilkasi,” tutur putra kelahiran Jombang ini.

Prinsip utama yang dilakukan Yusron adalah melangkah dan makmur bersama. “Sejak kami membangun sudah melibatkan puluhan warga Wonosalam sebagai pekerja. Kami bahkan kelak akan melatih anak mudanya menjadi pekerja profesional, sehingga mereka akan menjadi subyek perubahan. Bukan hanya obyek. Itulah visi kami,” tambah Master Trainer MEP Indonesia ini.

Bibit bambu yang didatangkan ke Wonosalam Jombang

Yusron mengaku sudah 20 tahun keliling Indonesia, saat dirinya pulang kampung maka harus membangun Jombang. Bahkan, juga ikut melestarikan alam, menambah sumber air. Oleh sebab itu, mulai hari langkah kecil itu dimulai dengan melahirkan ‘Kampoeng Bamboe’, Destinasi Wisata Saieda Wonosalam. “Hari ini, kami menanam 1000 pohon bambu, trembesi dan tabibuya,” ungkapnya.

“Kondisi Pandemi, kami belum bisa soft launching, maka kami berkesempatan melakukan pembenahan total dengan memakmurkan bumi Allah dengan menanam,” tambah Yusron Aminulloh.

Program ini disamping memakmurkan bumi, juga untuk melahirkan kelak area camping ground di Kampoeng Bamboe. Sejumlah ragam bambu ditanam di kawasan tersebut. Di antaranya bambu China, bambu Jepang, bambu Jakarta dan ragam tanaman lain.

“Bahkan kami juga menanam 200 pohon trembesi. Lihatlah tahun depan, insya Allah akan rindang. Kami akan merawat 1 tahun ini, untuk kita persembahkan bagi wisatawan alam,” pungkasnya. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar