Jember (beritajatim.com) – Menurut Ciplis Gema Qori’ah, ekonom dan peneliti Kelompok Riset Data Satu Unej (Universitas Jember), kebijakan perubahan harga jual BBM (Bahan Bakar Minyak) nonsubsidi secara berkala sebaiknya segera dilaksanakan. Masyarakat kelas menengah atas akan cepat beradaptasi.
“Kalau harga tetap, orang akan cenderung boros. Jika harga fluktuatif, dia akan berhitung,” katanya, Jumat (24/2/2023).
Fluktuasinya harga BBM secara tak langsung akan mengedukasi pola pikir kelompok menengah ke atas agar lebih efisien. Justru, lanjut Ciplis, jika harga BBM nonsubsidi tetap pada saat harga minyak mentah dunia berubah, pemerintah akan tetap terbebani.
[berita-terkait number=”5″ tag=”BBM”]
Padahal selama ini pemerintah belum bisa menuntaskan pekerjaan rumah untuk BBM bersubsidi. “Selama ini kita belum bisa membuat basis data sasaran atau kelompok yang berhak menerima subsidi BBM dengan tepat, Ini pekerjaan rumah besar,” kata Ciplis.
Selain masalah data sasaran, pemerintah juga belum bisa merekam perubahan kemampuan ekonomi individu masyarakat yang semula berhak mengkonsumsi BBM bersubsidi dengan yang tidak. Padahal beban subsidi yang ditanggung negara seharusnya dikurangi secara bertahap dari waktu ke waktu dan dialihkan untuk sektor lain yang lebih produktif.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unej”]
Jika kebijakan perubahan berkala harga BBM nonsubsidi dikhawatirkan memicu inflasi, Ciplis menyarankan,agar pemerintah daerah dilibatkan mengantisipasi. Pemerintah daerah bisa memberikan bantuan biaya distribusi kepada sektor usaha yang bergerak di bidang produksi kebutuhan penting masyarakat.
Ciplis juga berharap sosialisasi penggunaan kendaraan listrik oleh pemerintah daerah semakin diintensifkan untuk mengiringi kebijakan di sektor migas. “Indonesia juga harus terus berinovasi menciptakan energi terbarukan. Bagaimana BBM berbasis fosil bisa digantikan BBM energi terbarukan,” katanya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, harga BBM nonsubsidi sudah seharusnya disesuaikan harga pasar. “Namun untuk membuktikan bahwa pemerintah hadir, pada kebijakan sebelumnya ketika harga minyak dunia tinggi, pemerintah meminta Pertamina untuk tidak menaikkan harga,” katanya.
Erick sedang membahas kemungkinan harga pertamax disesuaikan dengan harga pasar, “Kita mau konsultasi dulu agar harga pertamax di Indonesia bisa diumumkan tiap minggu, biar bisa sesuai sama harga pasar,” katanya. [wir/kun]






