Surabaya (beritajatim.com) –Permasalahan sampah memang selalu bikin pusing, tetapi di pabrik Ajinomoto Indonesia di Mojokerto, hasil sampah organik justru menjadi pakan ternak dan jadi ladang bisnis baru. Dimana limbah domestik hasil produksi dan sisa makanan kantin diolah kembali untuk dijadikan berbagai produk samping (co-products) seperti FML & TRITAN, yang dapat dijadikan alternatif nutrisi untuk pakan ternak.
Kesuksesan Ajinomoto ini berawal dari meningkatnya timbunan sampah setiap tahun. Tercatat 4,9 juta ton sampah plastik tidak dikelola dengan tepat, misalnya tidak dikumpulkan, dibuang di tempat pembuangan terbuka, atau bocor dari tempat pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik.
Prihatin dengan hal tersebut, Grup Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) memiliki berbagai upaya guna mengurangi permasalahan sampah plastik. Di internal perusahaan, Ajinomoto mengedukasi para Health Provider yang merupakan seluruh karyawan Ajinomoto untuk memilah sampah. Untuk external, melalui Brand Masako®, AJI-NO-MOTO®, dan Sajiku®, juga memiliki inisiatif pengurangan sampah plastik dengan menekan angka penggunaan material plastik pada setiap kemasannya. Selain itu, Ajinomoto terus berinovasi sekaligus berkomitmen mendukung pemerintah dalam menanggulangi sampah dengan meluncurkan fasilitas waste station dengan bekerjasama dengan Rekosistem.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ajinomoto”]
“Untuk internal karyawan, kami meningkatkan literasi dan pengetahuan Health Provider – yang merupakan sebutan untuk seluruh karyawan kami tentang berbagai upaya pengurangan dampak lingkungan yang dilakukan perusahaan, supaya karyawan kami selain bisa berkontribusi juga mengurangi dampak kerusakan lingkungan, juga dapat menjelaskan kembali kepada komunitas yang lebih luas sebagai Health provider for The Earth”ujar Grant Senjaya, Head of Public Relations Dept PT Ajinomoto Indonesia.
“Berkomitmen mendukung pemerintah dalam menanggulangi sampah melalui Brand MSG AJI-NO-MOTO® kami mengurangi hingga 30% penggunaan material plastik di kemasannya, Brand Masako® sejumlah 8,4% dalam setiap kemasan 8,5gr dan Sajiku® sejumlah 9,5% di setiap kemasannya. Kemudian, kami jug amenyediakan fasilitas waste station, berkolaborasi dengan Rekosistem yang merupakan salah satu perusahaan start-up daur ulang di Indonesia- yang dalam penerapannya didukung oleh platform berbasis android & ios. Platform ini sangat mudah digunakan bagi masyarakat untuk penyetoran sampah. Tak hanya membuat fasilitas waste station bersama Rekosistem, kami juga terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya” lanjutnya.
Selain itu, pabrik Ajinomoto di Karawang dan Mojokerto juga turut mengurangi sampah domestik yang dihasilkan dari waste hasil produksi dan sisa makanan kantin. Di Pabrik Karawang, limbah domestik hasil produksi dan sisa makanan kantin diolah kembali untuk dijadikan pakan ternak, bekerjasama dengan PT Ray Hikmah Jaya (RHJ) Feed Mill.[rea]






