Ngawi (beritajatim.com) – Pria asal Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Ahmad Romdon (45) diduga dibunuh istrinya sendiri, Anis Puji Lestari (35). Peristiwa kelam ini bisa terjadi diduga dipicu faktor ekonomi.
Kapolres Ngawi, AKBP Dwiasi Wiyatputera mengungkapkan, Anis tega membunuh suaminya menggunakan palu. Kejadian ini diawali kekesalan Anis lantaran Romdon tidak menggubris saat diajak bicara soal utang yang mendekati jatuh tempo.
Anis akhirnya mengambil palu saat menjelang Adzan Subuh. Hal itu terungkap dalam 19 adegan prarekonstruksi yang dilaksanakan pada Rabu (22/2/2023).
“Kemudian pelaku ini masuk dengan membawa palu ke kamar pelaku. Saat kondisi tidur miring pelaku dipukul di kepala bagian kiri menggunakan palu sebanyak empat kali, hingga pukulan terakhir memecahkan tulang tengkorak korban hingga mengenai selaput otak dan membuat korban meninggal dunia. Itu terungkap di adegan nomor 7,” kata Dwiasi.
Setelah itu, pelaku membuang palu di samping rumah. Anis segera memanggil kakak kandung korban, Suroto dan memberitahukan jika suaminya meninggal dunia.
BACA JUGA:
Begini Rumah Pria Sirigan Ngawi Diduga Dibunuh Istri
Cerita Anis berubah-ubah. Mulai sang suami sakit, mendengkur, terjatuh, hingga yang terakhir diceritakan meninggal karena terpeleset di kamar mandi.
“Ceritanya berubah-ubah dan akhirnya, kami mendapatkan laporan kalau ada kematian janggal atau tidak wajar tersebut. Kami segera melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya pelaku kami tetapkan sebagai tersangka pada Selasa (21/2/2023),” kata Dwiasi.

Proses penyelidikan sempat terkendala lantaran ada tradisi masyarakat setempat jika ada yang meninggal tidak wajar, segala hal yang melekat pada jenazah akan dikuburkan. Sehingga, penyidik perlu menggali kasur, sprei, dan baju korban yang telah dikubur di belakang rumah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pembunuhan-ngawi”]
Diketahui, ada 19 adegan yang ditunjukkan dalam pra rekonstruksi. Di antaranya melibatkan beberapa saksi. Sebelum prarekonstruksi selama 50 menit itu selesai, kakak kandung korban, Suroto dan istrinya, Yustin menangis sesenggukan dan diantar petugas untuk keluar dari tempat kejadian perkara (TKP)
Masyarakat sekitar pun memadati lokasi untuk menonton pra rekonstruksi tersebut. Mereka sempat menyoraki pelaku saat dikeluarkan dan dimasukkan mobil polisi. Petugas segera mengingatkan masyarakat agar tidak menyoraki pelaku.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria warga Desa Sirigan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi, Jawa Timur diduga dibunuh. Adalah Ahmad Romdon (47) warga setempat, dia meninggal pada Sabtu (18/2/2023) pukul 05.00 WIB. Dia dicurigai meninggal dibunuh karena ada luka di bagian pelipis dan darah terus mengalir bahkan saat jenazah dimandikan.
BACA JUGA:
Pria Sirigan Ngawi Diduga Dibunuh Istrinya, Simak 7 Fakta Ini
Suyanto, Kades Sirigan membenarkan perihal dugaan pembunuhan tersebut. Awalnya, pihak keluarga mengaku jika pria yang sehari-hari bekerja sebagai juru service benda elektronik itu meninggal karena terpeleset di kamar mandi dan pelipis terbentur sesuatu. Namun, desas desus dugaan pembunuhan mencuat usai warga melihat ada yang tidak beres dengan luka di kepala Romdon.
Karena itulah, pihak kepolisian langsung turun tangan. Penyidik Satreskrim Polres Ngawi dan Polsek Paron pun mendatangi lokasi dan memintai keterangan pihak keluarga dan dirinya sebagai kades. Dia pun menceritakan alasan mengapa kematian Romdan tidak dilaporkan pada polisi padahal ada luka di bagian kepala itu.
Yanto menjelaskan keseharian Romdon sebagai juru servis benda elektronik. Sementara istri Yanto yakni Anis Puji Lestari bekerja sebagai instruktur senam. Pasangan itu memiliki anak yang masuk duduk di kelas VII madrasah tsanawiyah (MTs). Kasus itu kini dalam penanganan Satreskrim Polres Ngawi. Saat ini Anis sudah diamankan di Mako Polres Ngawi. [fiq/beq]






