Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, William Wirakusuma meminta pemerintah kota (pemkot) segera mengurai kemacetan di underpass Mayjen Sungkono.
Menurut William, awal pembangunan underpass Mayjen Sungkono bertujuan untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut. Tetapi dalam pelaksanaannya kemacetan masih kerap terjadi justru di underpass tersebut, terutama di akhir minggu dan hari libur.
“Itu underpass kan dibuat untuk mengurai kemacetan tapi sekarang malah menjadi simpul macet. Harus ada pengaturan lalu lintas khususnya yang ke arah Graha Family. Kendaraan yang lewat underpass tidak boleh belok ke arah Graha Family, jadi yang mau arah ke graha family harus lewat atas,” kata William di DPRD Surabaya, Senin (20/2/2023).
Legislator PSI Surabaya ini menyebut bahwa sebenarnya simpul kemacetan di underpass Mayjen Sungkono sangat mudah diurai karena penyebabnya sangat jelas.
“Bisa juga untuk underpass jalur paling kanan dilarang belok ke arah Graha Family. Ini harus segera diurai karena di pertigaan juga ada apartemen baru yang bisa menambah kemacetan di simpul tersebut,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”dprd-surabaya”]
William menambahkan karena sistem e-TLE sudah berlaku, maka perlu dipasang kamera e-TLE disana. Sehingga jika pengendara dari underpass memotong jalan ke Graha Family maka akan terkena tilang elektronik dengan denda maksimal.
“Dishub perlu mengkaji ulang rekayasa lalu lintas kawasan underpass Mayjen Sungkono. Supaya simpul kemacetan di sana bisa terurai dan tujuan pembangunan underpass bisa tercapai,” pungkasnya.[asg/ted]






