Blitar (beritajatim.com) – Kabupaten Blitar memiliki durian varietas lokal Sumberasri. Durian yang tumbuh secara alami di sejumlah lahan milik para petani di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar menjadi salah satu buah unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Blitar.
Memiliki karakteristik rasa manis legit dan pahit membuat durian lokal asli Sumberasri banyak diburu oleh warga dari luar daerah seperti Malang, Surabaya, bahkan hingga Semarang. Buah durian lokal yang belum memiliki nama ini jumlahnya belum begitu banyak di desa Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar.
Salah satu petani durian lokal asli Sumberasri adalah Ahmad Jalal. Dirinya memiliki 10 pohon durian lokal asli Sumberasri.
Pohon durian yang dimiliki oleh Ahmad Jalal merupakan peninggalan orang tuanya. Menurut cerita pohon durian lokal asli Sumberasri tersebut tumbuh secara alami di belakang rumahnya.
Sejumlah bibit pohon durian yang tumbuh alami tersebut kemudian disebar ke sejumlah tempat. Hingga akhirnya pada usia 7 tahun pohon durian tersebut mulai berbuah.
“Kalau buah durian lokal Sumberasri ini tumbuh alami dari biji yang tumbuh secara alami di belakang rumah kemudian kita pindahkan atau kita pencarkan di beberapa titik,” kata Ahmad Jalal, petani durian, Kamis (16/2/2023).

Kini usia dari 10 pohon durian lokal Sumberasri milik Ahmad Jalal telah berusia 25 hingga 30 tahun. Di usia tersebut produktivitas pohon durian cukup baik.
Menurut Ahmad Jalal satu pohon durian lokal Sumberasri bahkan bisa menghasilkan hingga 1000 buah dalam kurun waktu satu tahun. Namun dirinya memilih Untuk tetap menjaga kualitas dari buah durian lokal Sumberasri, sehingga produktivitas buahnya dikurangi.
“Kalau mau produktivitasnya banyak bisa sampai 1000 buah dalam satu tahun tapi kalau saya yang penting kualitasnya kualitas rasa dan ukuran dari buah durian karena semakin banyak buahnya maka ukurannya juga semakin kecil,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”blitar”]
Buah durian lokal asli Sumberasri ini bisa berbuah dua hingga tiga kali dalam satu tahun. Semua tergantung perawatan dan pemupukan yang dilakukan oleh petani durian.
Kualitas yang dihasilkan dari buah durian lokal asli Sumberasri ini juga lebih baik daripada durian montong. Pasalnya durian lokal asli Sumberasri ini memiliki cita rasa yang manis legit serta mempunyai sedikit rasa pahit yang menambah rasa nikmat dari buah durian ini.
Bagi para pecinta durian durian lokal asli Sumberasri ini salah satu yang paling dicari. Harga dari buah durian lokal asli Sumberasri juga terbilang lebih mahal daripada durian montong.
4 kg buah durian lokal asli Sumberasri dijual dengan harga Rp. 350.000 hingga Rp. 400.000 rupiah.
“Kalau dari pendapat para pecinta durian, durian lokal asli Sumberasri ini jauh lebih enak cita rasanya daripada durian montong makanya banyak yang mencari durian jenis ini saat ini,” jelasnya.
Selain menawarkan cita rasa yang manis legit dan pahit, buah durian lokal Sumberasri ini juga menyimpan potensi ekonomi bagi para petani seperti Ahmad Jalal. Bagaimana tidak, dari 65 buah durian yang dipanen oleh Ahmad Jalal dirinya mampu meraup keuntungan hingga 10 juta rupiah.
Penjualan buah durian asli Sumberasri ini, bahkan telah mencapai hampir ke seluruh wilayah Jawa Timur. Para petani pun kini kewalahan untuk melayani banyaknya permintaan buah durian lokal khas Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar.
“Wah permintaan banyak sekali mas, Kita kan nggak bisa buah yang belum matang terus kita petik tapi permintaan banyak dan belum semua pohon ini bisa berbuah karena hanya beberapa petani saja yang memiliki buah lokal buah durian lokal asli Sumberasri,” pungkasnya. [owi/beq]






