Gresik (beritajatim.com) – Minyak goreng menjadi pemicu inflasi di Kabupaten Gresik. Kebutuhan pokok itu, sempat menghilang empat hari sebelum dilakukan operasi pasar.
Hal ini dibenarkan oleh Wavi (27) pedagang kelontong di Pasar Baru Kota Gresik. Sebelum ada operasi pasar, dia kesulitan mencari minyak goreng merek Minyak Kita.
Minyak Kita mendapat subsidi dari pemerintah. Satu liter minyak goreng ini dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14 ribu per liter namun sulit didapat.
“Saya sampai kelimpungan mencari Minyak Kita yang dijual murah oleh pemerintah. Di agen pun tidak ada, kosong,” ujarnya, Kamis (16/2/2023)
Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah menunjuk distributor Koperasi Niaga Sejahtera melakukan operasi pasar dengan menggelontor 2.250 dos Minyak Kita di sejumlah pasar di Kabupaten Gresik.
“Minyak Kita yang dijual ke konsumen Rp14 ribu per liter. Konsumen hanya diwajibkan membeli 2 liter sesuai aturan. Sedangkan untuk minyak curah dijual Rp15 ribu perkilonya,” kata Manager Umum Koperasi Niaga Sejahtera Saiful Ahmar.
Ia menambahkan, selain ada pembatasan, pihaknya juga tidak melayani penjualan secara online. Ini karena dikhawatirkan ada konsumen membeli tanpa batas lalu ditimbun.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Gresik”]
“Kami berharap melalui operasi pasar ini ketersediaan minyak goreng yang sempat mengalami kelangkaan bisa diatasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Gresik Aminatun Habibah yang sempat turut menyaksikan operasi pasar menyatakan adanya minyak kita yang disubsidi pemerintah untuk mengatasi inflasi. Upaya ini sebenarnya sudah dilakukan sejak 2022 lalu.
“Operasi pasar yang kami lakukan ini juga untuk memantau harga sembako mengingat satu bulan kedepan sudah Bulan Ramadan,” ungkapnya.
Habibah mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan kelangkaan minyak goreng. Pemerintah pusat telah menyiapkan 500 ribu ton minyak goreng yang siap digelontorkan ke berbagai daerah.
“Masyarakat tak perlu cemas atau kuatir. Kalau ada kelangkaan pemerintah pusat dan daerah bersinergi melakukan operasi pasar,” pungkasnya. [dny/beq]






