Mojokerto (beritajatim.com) – Masih ingat dengan Azzam Nur Mukjizat? Salah satu dari empat anak pelantun Sholawat Asyghil di Resepsi Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Gelora Delta Sidoarjo pada, Selasa (7/2/2023) pekan lalu.
Siapa sangka, bocah dengan keterbatasan penglihatan namun suara emasnya mampu membius jutaan orang hingga meneteskan air mata ini memiliki hobby cukup mengejutkan. Iya hobby bocah 11 tahun ini bermain sepatu roda.
Bocah asal Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ini ternyata lihai dalam bermain sepatu roda. Bocah tuna netra ini bahkan menjadi penyemangat temannya bermainnya untuk bisa menggunakan sepatu roda.
Ditemui di rumahnya, pelajar SLB PKK Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto ini, tenggah asyik bermain teman sebayanya. Keduanya asyik bermain sepatu roda di jalan dekat rumahnya.
Padahal rumah Azzam berada di jalur alternatif Mojokerto – Lamongan yang cukup ramai. Namun sang ibu, Sholikatin Munawaroh tak khawatir dengan hobby Azzam yang mulai ditekuni sejak beberapa waktu lalu.
“Kan dulu pernah viral sepatu roda. Iya sejak ramai sepatu roda itu, dia minta dibelikan sepatu roda. Main di jalan samping rumah, jalannya bagus arah masuk ke desa. Iya (depan rumah jalan ramai), tidak khawatir karena dia sudah terbiasa,” ungkapnya, Rabu (15/2/2023).
Istri dari Jumain ini menuturkan, jika anak ketiganya ini sudah lihai main sepatu roda. Bahkan untuk ke mushola setempat, Azzam memakai sepatu roda. Sepatu roda ia pakai dari dalam rumah langsung meluncur tanpa khawatir jalanan yang ramai kendaraan.
“Yang lain sudah tidak main sepatu roda, dia tetap main. Ahmad, temannya ini tidak bisa main sepatu roda. Azzam yang ngajari. Tidak sama sekali (takut Azzam jatuh). Main di jalan sampai ke selatan desa, tidak (tidak dipantau). Sendirian, kalau dibantu dia tidak mau. Sudah afal. Dia juga bisa naik sepeda,” katanya.
Azzam diakui merupakan anak yang memiliki tekad kuat dan kemauan keras. Jika ingin sesuatu selalu berusaha, namun lanjut Sholikatin, jika sudah tidak mau maka ia pun tidak memaksa Azzam untuk mengikuti sesuai keinginannya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”satu-abad-nu”]
Sholikatin mengaku bersyukur diberikan anak seperti Azzam. Ia melihat Azzam sebagai mukjizat dari Allah SWT. Bahkan saat Azzam terpilih sebagai salah satu pelantun Sholawat Asyghil yang merupakan dari hasil audisi Satu Abad NU tersebut.
“Azzam ikut audisi lewat online, ada saudara dari Banser nawari. Kalau menang dapat bertemu dengan Presiden Jokowi. Awalnya saya tanya Azzam kok diam. Diam itu ada artinya iya atau tidak, jarak satu minggu saya tanya lagi mau atau tidak,” katanya.
Namun Azzam pun tidak memberikan jawaban langsung namun menjanjikan akan memberikan jawaban di hari Kamis. Di hari Kamis tersebut sekira pukul 22.30 WIB, dibantu adik sepupu sang ibu, Azzam dibantu untuk mendaftar ke panitia Satu Abad NU.
“Ada 634 peserta dan diambil 4 peserta. Nggak nyangka menang dan tampil di hadapan ribuan orang dan Presiden. Saya masih belum percaya, diantara peserta lain banyak yang dari pondok, putra-putri pemilik pondok. Bangga, tidak nyangka,” ujarnya.
Ia mengaku tidak bisa berkata-kata apa-apa saat menyaksikan Azzam tampil di Resepsi Satu Abad NU di Gelora Delta Sidoarjo, pekan lalu. Ia mengaku hanya bisa menangis bersama tiga orang tua bocah pelantun Sholawat Asyghil lainnya.
Bertemu dan bersalaman dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut adalah mimpi Azzam. Karena ia mendambakan bisa bertemu Presiden RI Joko Widodo sejak pertama terpilih sebagai Presiden RI.
“Ketika ada kabar pak Jokowi berkunjung ke PG Gempolkrep, Azzam juga ikut menanti tapi tidak kesampaian. Saat pak Jokowi mantu di Solo, Azzam juga sempat berkunjung tapi situasi saat itu macet,” lanjutnya.
Sementara itu, Azzam Nur Mukjizat (11) mengaku senang bisa tampil di Resepsi Satu Abad NU. “Ya senanglah ngapain deg-degan, tidak boleh. Kalau menang jangan terlalu bangga, kalau kalah jangan sedih. Tidak bicara, hanya foto (saat bertemu Presiden Jokowi),” jelasnya.
Ia mengaku, Presiden Jokowi tidak berpesan atau mengajak ngobrol Azzam. Namun ia mengaku senang bisa bertemu dengan Presiden Jokowi dan berharap bisa bertemu kembali meski ia mengaku tidak tahu harus bicara apa.
“Ya sebenarnya ingin (bertemu Presiden Jokowi). Mboten semerap (tidak tahu ngobrol apa). Tidak tahu,” pungkas anak usaha tambal ban ini sembari berkelakar. [tin/ted]






