Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkab Mojokerto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menaikan status siaga darurat banjir. Hal itu menyusul dampak banjir di wilayah Kabupaten Mojokerto terjadi di beberapa kecamatan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’i Afrida Soesetyo Djati mengatakan, kajian terkait status banjir di Kabupaten Mojokerto dari tim akan disampaikan kepada Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. “Senin kita naikan menjadi siaga darurat,” ungkapnya, Jumat (10/2/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir-mojokerto”]
Jika status naik siaga darurat metrologi maka, lanjut Kalaksa, penanganannya dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mempunyai anggaran di APBD tidak mencukupi bisa menggunakan Bantuan Tidak Terduga (BTT). Sementara terkait penanganan darurat sudah dilakukan pihaknya.
“Kami bersama instansi terkait sudah melakukan penanganan dengan menggunakan alat berat. Sejumlah alat berat sudah tersebar di beberapa titik, yang ditangani Kabupaten Mojokerto akan segera ditangani. Yang menjadi kewenangan provinsi, kita sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi,” jelasnya.
Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mojokerto pada, Kamis (9/2/2023) menyebabkan bencana banjir dan angin kencang. Akibatnya sejumlah pohon tumbang dan ratusan rumah di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto terendam. [tin/kun]
![Kabupaten Mojokerto Naik Status Siaga Darurat Banjir Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’i Afrida Soesetyo Djati. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG_20230210_190305.jpg)





