Ponorogo (beritajatim.com) – Dugaan kasus penemuan tewasnya pengamen perempuan di kamar kos mulai mendapatkan titik terang. Tewasnya korban yang berinisial S (25) itu, kuat dugaan dibunuh. Sebab, ada luka-luka bekas penganiayaan di beberapa tubuh korban.
Satreskrim Polres Ponorogo pun sudah mengantongi identitas terduga pelaku penganiayaan hingga berujung kematian terhadap S. Terduga pelaku penganiayaan, menurut polisi, merupakan teman dekat korban. Meski sudah mengantongi identitasnya, namun korps Bhayangkara itu belum mau memberikan inisialnya.
“Sudah tahu identitas terduga pelaku. Dimana terduga ini merupakan pacar korban,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudi Kurnia, Jumat (10/2/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”pembunuhan-ponorogo”]
Niko sapaan akrabnya menyebutkan bahwa saat ini tim resmob Satreskrim Polres Ponorogo sedang bekerja keras untuk melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP yang dilakukan, terduga pelaku penganiayaan mengarah kepada teman dekat atau pacar korban. “Petugas kita saat ini sedang bekerja keras untuk mengejar terduga pelaku,” katanya.
Dia menceritakan, berdasarkan hasil awal otopsi terhadap korban oleh Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri, diketahui bahwa korban mengalami luka dari benda tumpul. Namun, saat olah TKP beberapa hari lalu tidak menemukan benda tumpul apa yang dimaksud oleh tim forensik. “Benda tumpul yang bagaiman ya belum jelas seperti apa. Saat olah TKP juga tidak ada,” katanya.
BACA JUGA:
Perempuan Ponorogo Tewas dengan Luka di Kelamin, Ngekos Baru 4 Bulan, KTP Dibawa Lari Suami
Meski mengalami luka di bagian alat vital, namun Niko menegaskan bahwa kondisi korban tidak dalam keadaan hamil. Korban kini sudah dimakamkan. Pemakaman korban S ini dilakukan oleh Dinsos dan RSUD. dr Harjono Ponorogo. “Korban S sudah dimakamkan oleh pihak Dinsos dan RSUD dr. Harjono,” pungkasnya. [end/suf]






