Ponorogo (beritajatim.com) – Puluhan pelajar dari beberapa sekolah, baik tingkat SMP dan SMA maupun sederajat terjaring razia yang dilakukan oleh petugas gabungan dari Polres Ponorogo, Satpol PP dan Polsek Somoroto. Pelajar yang mayoritas masih memakai seragam itu, terjaring saat nongkrong di warung kopi.
Padahal waktu razia masih jam-jam pelajaran sekolah. Sehingga kuat dugaan mereka saat itu sedang bolos sekolah. Perwakilan sekolah yang anaknya terjaring razia pun, ikut dipanggil ke Mapolsek Somoroto.
“Ada sekitar 17 pelajar yang terjaring dalam razia gabungan dari Polres Ponorogo, Satpol PP dan Polsek Somoroto kali ini,” kata Kapolsek Somoroto Kompol Beny Hartono, Jumat (10/02/2023).
Razia pelajar yang dilakukan tim gabungan ini, berawal dari acara Jumat cirhat dengan Kapolres Ponorogo di Desa Gabel Kecamatan Kauman beberapa hari lalu. Masyarakat mengungkapkan bahwa di Kecamatan Kauman banyak anak-anak yang masih pelajar sering nongkrong di warung kopi saat jam-jam pelajaran.
“Nah curahan warga itu, kita tanggapi dengan melakukan razia ini,” katanya.
Mantan Kapolsek Sukorejo itu menyebut ada dua kawasan warung kopi yang dilakukan razia hari ini. Yakni di depan lapangan Taap dan pinggir jalan di Desa Semanding. Ada aja alasan mereka nongkrong di warung kopi saat jam-jam sekolah.
“Ya ada yang terlambat masuk sekolah, dan ada juga yang memang sengaja bolos sekolah, langsung nongkrong di warung kopi,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Sementara itu Kabid Ketertiban Umum ketentraman Masyarakat dan Kebakaran, Dinas Satpol PP Ponorogo Siswanto mengungkapkan bahwa razia pelajar ini, selain karena adanya aduan masyarakat juga menegakkan peraturan daerah (Perda) nomor 5 tahun 2011 tentang ketertiban umum. Yakni menyangkut kedisiplinan anak sekolah. Puluhan pelajar yang terjaring razia ini, terdiri dari berbagai tingkatan. Ada dari MTs, SMP, SMA dan SMK.
“Puluhan pelajar dan sepeda motornya ini, kita bawa ke Mapolsek Somoroto,” kata Siswanto.
Di aula Mapolsek Somoroto, para pelajar ini diberikan edukasi dan pembinaan. Perwakilan dari sekolah pun didatangkan untuk menjemput anak-anak yang terjaring razia ini. Rencananya, razia pelajar akan dilaksanakan rutin di semua wilayah di Kabupaten Ponorogo.
“Sanksi kita serahkan ke bapak ibu guru untuk membina mereka di sekolah. Kali ini kita lakukan edukasi dan pembinaan,” pungkasnya. [end/but]






