Magetan (beritajatim.com) – Sejak tahun 2021, Dinkes Magetan menggandeng Habibie Center untuk menurunkan angka prevalensi stunting. Aksi Cegah Stunting (ACS) itu kini tengah direplikasi ke beberapa kecamatan di Magetan.
Sudah ada pilot project yang dilaksanakan di Desa Jabung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan. Programnya yakni mempraktikkan tata laksana pencegahan stunting dan penanganannya mulai dari posyandu, puskesmas, hingga rumah sakit.
“Yakni semua balita dipastikan diukur tinggi badannya dan ditimbang beratnya. Jika ditemukan ada yang stunting langsung dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit tergantung kondisi yang dialaminya,” kata Rohmat usai rapat koordinasi penanganan stunting di Pendapa Surya Graha, Kamis (9/2/2023)
Rohmat menjelaskan jika anak yang sudah diketahui mengalami penurunan berat badan dan tak segera diketahui penyebabnya, maka dalam 3 hingga 7 bulan kemudian bisa jadi bakal mengalami stunting. Karenanya, dengan adanya Habibie Center bisa lebih baik dalam penanganan stunting.
“Berat badan yang seret, tak kunjung naik. Maka harus segera diketahui. Karenanya, harus rajin ke posyandu untuk menimbang dan mengecek kondisi kesehatan anak. Supaya segera ada tindakan jika ditemukan stunting,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”stunting-magetan”]
Dia membenarkan, stunting bukan hanya dari kurangnya pemenuhan gizi tapi ada pula yang karena penyakit. Rohmat mencontohkan wilayah Panekan, mayoritas anak yang mengalami stu ting di wilayah tersebut karena menderita tuberkulosis (TBC).
“Untuk wilayah Penakan ini mayoritas karena anak-anaknya ternyata TBC. Temuan ini setelah anak diketahui menderita stunting ternyata karena dia sakit. Nah, stunting memang bisa disebabkan karena adanya infeksi parah yang diderita anak,” katanya.
Rohmat menyebut infeksi bisa menghambat pertumbuhan otot anak karena nutrisinya lebih banyak digunakan untuk melawan penyakit ketimbang membentuk otot dan tulang.
“Yang kena campak juga begitu. Jika tidak segera ditangani maka anak bisa stunting. Karenanya kami meminta masyarakat agar rutin ke posyandu, supaya tumbuh ke bang dan kesehatan anak bisa terpantau,” katanya. (fiq/ted)






