Jombang (beritajatim.com) – Mustain (57) sangat kaget mendengar kabar meninggalnya Imam Suhrowardi (24), anaknya yang nomer dua. Kabar duka itu ibarat petir di siang bolong. Karena Imam berangkat ke GOR Sidoarjo untuk menghadiri Resepsi 1 Abad NU, dalam keadaan sehat.
“Saya sangat kaget ketika menerima telepon dari anak saya yang nomer satu. Dari telepon itu dia memberitahu bahwa Ardi (Imam Suhrowardi) meninggal. Kami semua menangis. Adik-adiknya juga menangis,” kata ayahanda almarhum, Mustain, ketika ditemui di rumahnya, Selasa (7/2/2023) malam.
Di mata Mustain, Imam Suhrowardi adalah anak yang taat beribadah. Selain itu juga sangat sopan terhadap orangtua. Almarhum merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Tak ada firasat khusus ketika Imam berangkat ke Sidoarjo. Menurut Mustain, anaknya itu hanya meminjam kopyah milik sang ayah.
BACA JUGA:
Hadir di Resepsi 1 Abad NU, Kader IPNU Jombang Meninggal saat Salat
“Kabar yang saya terima, anak saya meninggal saat salat zuhur. Yakni saat rakaat terakhir. Alhamdulillah. Waktu berangkat dia dalam keadaan sehat. Makanya ketika ada kabar Adi meninggal, saya sempat tidak percaya,” kata Mustain sembari menunjukkan foto sang anak.
Mustain mengakui, saat kecil Imam Suhrowardi memiliki riwayat sakit jantung lemah. Itu seringb terjadi. Bahkan Ardi juga pernah kejang. Menurut Mustain, penyakit tersebut bawaan Ardi sejak kecil. “Dia punya cita-cita ingin mandiri. Hanya itu,” kata pria berumur 57 tahun ini.

Duka mendalam juga dirasakan Ketua MWC NU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Kecamatan Mojowarno Habib Ghofir. Menurutnya, Imam Suhrowardi atau Ardi sangat aktif di organisasi IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama). Ardi sangat loyal. Setiap kegiatan selalu hadir.
Makanya, ketika Resepsi 1 Abad NU di GOR Sidoarjo, Ardi berangkat bersama temannya bernama Teguh. Keduanya berboncengan naik motor. “Dia kader IPNU Mojowarno. Dia kader NU masa depan. Kami atas nama organisasi dan pribadi sangat kehilangan. Dia memulai perjuangan di NU, mengakhiri hidupnya saat Resepsi Satu Abad NU. Saya kira ini adalah tanda yang baik. Semoga almarhum husnul khotimah,” kata Ghofir. [suf/ted]






