Gresik (beritajatim.com) – Wakil Presiden (Wapres) KH. Ma’ruf Amin meninjau progres proyek pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di kawasan ekonomis khusus Java Integrated Industrial Port and Estate atau JIIPE di Kabupaten Gresik.
Orang nomor dua di Indonesia itu mengapresiasi proyek smelter yang kontruksinya berjalan sesuai progres mencapai 54 persen.
“Saya berharap proyek fenomenal ini berjalan lebih cepat lagi mengingat menjadi bagian dari masa depan Indonesia,” ujar KH. Ma’ruf Amin, Selasa (7/02/2023).
Dirinya optimis kontruksi smelter ini akan selesai pada Desember 2023. Tapi, kalau bisa selesai lebih cepat dari target yang ditentukan. Ini karena smelter PT Freeport Indonesia dengan desain single line mengolah konsentrat tembaga berkapasitas 1,7 juta dry metric ton (DMT). Serta menghasilkan katoda tembaga 600 ribu ton pertahun.
Sementara itu, President Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mengatakan, smelter yang dibangun di kawasan JIIPE Gresik akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung. Di antaranya precious metal refinery.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
“Fasilitas itu berfungsi untuk mengolah lumpur anoda dari hasil olahan pemurnian konsentrat tembaga menjadi emas, dan perak,” katanya.
Ia menambahkan, dari fasilitas itu diproyeksi mampu menghasilkan rata-rata 35 ton hingga 60 ton emas pertahun.
“Smelter ini merupakan smelter kedua yang dibangun PT Freeport Indonesia. Pertama sudah beroperasi di PT Smelting berkapasitas 1,3 juta ton konsentrat. Sedangkan yang kedua ada 3 juta ton konsentrat yang diproduksi di Gresik. Apabila smelter ini beroperasi maka 100 persen pemurnian tembaga diolah di dalam negeri,” imbuhnya.
Seperti diberitakan pembangunan proyek pembangunan smelter ini menelan biaya sebesar USD 1,63 miliar atau setara Rp 25 triliun dari total investasi USD 3 miliar atau sebesar Rp 45 triliun. [dny/but]






