Lamongan (beritajatim.com) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan dr. Taufik Hidayat melaporkan, angka kesakitan kanker di Lamongan saat ini masih tinggi mencapai 2.300 penderita.
Karena itu, dr. Taufik menegaskan, pencegahan kanker sangat penting dilakukan. Ia juga menyebut, pembiayaan kanker pada pasien yang ditangani BPJS berada pada urutan kedua terbesar dibandingkan penanganan penyakit lain di Indonesia.
“Melalui pencegahan dan deteksi dini inilah maka kesehatan akan tercapai, produktivitas akan tercapai, dan pembiayaan tidak terlalu banyak,” sebut dr. Taufik, Senin (6/2/2022).
Sebagai salah satu wujud dari kampanye pencegahan kanker pada masyarakat Lamongan, Taufik menuturkan, pihaknya bersama Yayasan Kanker Indonesia Cabang Lamongan menggelar Pawai Orasi Satukan Kata dan Langkah.
Pawai tersebut melibatkan 450 tenaga kesehatan dari komponen negeri maupun swasta yang tergabung dalam tim kampanye pencegahan kanker di Lamongan. Kegiatan pawai itu diberangkatkan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
“Kegiatan itu dimulai dari titik 0 Kilometer Lamongan. Tujuan Pawai Orasi ini untuk mengkampanyekan pencegahan kanker pada masyarakat Kabupaten Lamongan,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan perlunya edukasi yang terus digalakkan kepada masyarakat demi menekan angka penderita kanker. Mengingat angka kesakitan kanker di Lamongan sendiri masih cukup tinggi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Lamongan”]
“Kita memperingati Hari Kanker Sedunia. Untuk itu kita melaksanakan aksi, guna memberikan edukasi kepada masyarakat, sebagaimana data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Lamongan bahwa angka kesakitan kanker di Kabupaten Lamongan cukup tinggi, sekitar 2.300 orang,” katanya.
Yuhronur mengimbau kepada semua pihak, khususnya kepada tenaga kesehatan untuk terus melakukan langkah-langkah efektif demi mengingatkan masyarakat terkait bahaya ancaman kanker.
“Kita harus terus melakukan langkah-langkah untuk mengingatkan masyarakat terkait bahaya ancaman kanker, dan yang lebih efektif adalah bagaimana kita mengajak masyarakat untuk mencegah, mendeteksi secara dini, juga tentu masyarakat terus menjaga pola hidup sehat,” terang Yuhronur.
Lebih jauh, orang nomor satu di Lamongan itu mengaku, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengupayakan agar pengobatan kanker dapat terfasilitasi dan dilakukan di Lamongan sendiri. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi ke Surabaya untuk berobat.
“Fasilitasi untuk pengobatan kanker ini yang terus kita upayakan, agar masyarakat bisa lebih mudah melakukan pengobatan kanker di Lamongan. Terus kita upayakan, fasilitasnya sudah ada, cuma dokter yang khusus onkologi ini yang rasanya sulit untuk didatangkan. Tahun ini kita upayakan untuk bisa ada dokter onkologi di Lamongan,” tutupnya. [riq/beq]






