Surabaya (beritajatim.com) – Jawa Timur memiliki potensi bisnis yang layak diperhitungkan, BTN mencatat 20 persen nasabah BTN Prioritas dari Jatim dari total nasabah Prioritas sebanyak 33.000 se-Indonesia.
Menurut Wealth Management Division Head BTN Prioritas Frengky Rosadrian Perangin-Angin ditahun 2022 nasabah BTN Prioritas mereka naik 10 hingga 15 persen. Dan ditargetkan tahun ini juga naik hingga 11 persen lebih. Untuk mencapai itu, Jatim menjadi target promosi untuk memperkuat dan menambah nasabah BTN Prioritas.
“Demi lebih dekat dengan para nasabah prioritas kami menggelar “BTN Prioritas, Market Outlook Chinese New Year Event 2023″. Event ini didedikasikan untuk nasabah prioritas yang loyal,” bebernya.
Dikatakan Frengky, ditengah kekhawatiran akan imbas resesi dunia, BTN bisa mencapai targetnya sebab kondisi Indonesia saat ini cenderung lebih stabil karena secara sumber daya sangat mencukupi. Sehingga dampak resesi global terhadap Indonesia sangat minim walaupun ada.
[berita-terkait number=”4″ tag=”BTN”]
“Peningkatan kemarin juga bagus, penurunan inflasi juga sedikit sehingga kedepan kami yakin Indonesia akan makin membaik. Sebagai satu-satunya bank yang fokus pada KPR, kami melihat kondisi 2023 masih tetap optimis, apalagi saat ini sudah banyak perbaikan,” kata Frengky saat di Surabaya, Jumat (3/2/2023) malam.
Sejauh ini, lanjutnya, Bank BTN telah menjalankan transformasi serta berbagai inisiatif strategis sesuai aspirasi dari pemegang saham yang berdampak sangat bagus pada kinerja Bank BTN pada tahun 2022.
“Pada 2022, DPK tumbuh 8,77% yang ditopang oleh pertumbuhan CASA sebesar 4,22%, sehingga berhasil menekan rasio Cost of Fund menjadi sebesar 2,6% Kredit juga tumbuh 8,53% (KPR Subsidi tumbuh 10,42% dan Non Subsidi tumbuh sebesar 4,6%). Bahkan bank BTN juga berhasil menekan rasio NPL ke angka 3,38% dengan rasio coverage meningkat ke 150,62%,” terangnya.
Untuk pertumbuhan aset Bank BTN, kenaikan mencapai 8,27%. Sedangkan laba Bank BTN meningkat 27,52% menjadi Rp 3 triliun. Dengan melihat capaian di 2022, dimana secara keseluruhan kinerjanya naik 12 persen, maka di tahun ini peningkatan kinerja perseroan diprediksi pertumbuhannya bisa mencapai 11 persen.
Agar kinerja kian moncer, saat ini BTN tidak hanya fokus menggarap pasar KPR tetapi sejumlah potensi lainnya, seperti investasi dan saham. BTN tidak hanya bersumber dari DPK tetapi juga mengusung dari produk lain seperti investasi dan proteksi. Kiita lebih mengedepankan solusi keuangan untuk nasabah sesuai dengan kebutuhan nasabah. Dan saat ini dana pihak ketiga bank BTN Prioritas mencapai Rp 46 triliun.
Ke depan BTN akan lebih maksimal masuk dalam ekosistem bisnis, dengan menggali potensi nasabah dari sisi bisnis. “Selama ini kita tidak terlalu fokus dari sisi bisnis nasabahnya. Tetapi mulai tahun ini, kami akan luruskan,” tandasnya.[rea]






