Ponorogo (beritajatim.com) – Vaksinasi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) terus dikebut untuk ternak-ternak sapi di Kabupaten Ponorogo. Hal tersebut dilakukan dalam upaya menekan persebaran PMK gelombang kedua di bumi reog.
Bahkan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo pada awal bulan kembali mengambil vaksin lagi. Ya, sebanyak 35 ribu dosis vaksin PMK diambil dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur (Jatim) di Surabaya. “Ambil vaksin lagi sebanyak 35 ribu dosis vaksin PMK ke provinsi,” ungkap Kepala Dispertahankan Kabupaten Ponorogo Masun, ditulis Jumat (03/02/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksinasi-PMK”]
Capaian vaksinasi PMK di Kabupaten Ponorogo, kata Masun bisa dibilang cukup tinggi. Sedikitnya petugas sudah menyuntik vaksin PMK ke sapi sebanyak 82.189 dosis. Kalau dihitung dengan persentase sebanyak 91.32 persen dari dosis vaksin yang diterima oleh Dispertahankan Kabupaten Ponorogo sebanyak 90 ribu dosis. “Sudah menyuntik sekitar 82 ribu dosis itu sudah cukup tinggi capaiannya,” kata Masun.
Segala upaya dilakukan Dispertahankan Kabupaten Ponorogo untuk menekan persebaran PMK gelombang kedua ini. Mulai dari menggalakkan vaksinasi terhadap ternak-ternak warga. Wilayah yang dulunya banyak penolakan, kini digencarkan untuk dilakukan vaksinasi. “Vaksinasi PMK terbukti efektif, buktinya Kecamatan Pudak kasusnya dapat dikendalikan. Maka vaksinasi kita gencarkan ke daerah yang sebelumnya banyak melakukan penolakan,” katanya.
Tim kesehatan hewan pun mobile untuk melakukan upaya pengobatan yang simtomatik kepada hewan atau khususnya sapi-sapi yang sakit. Kemudian juga mengaktifkan lagi biosekuriti pasar hewan. Dalam hal ini, Dispertahankan Kabupaten Ponorogo berkoordinasi dengan BPBD Ponorogo. Petugas menyemprotkan cairan desinfektan ke lokasi pasar hewan sebelum hari pasaran.
“Kita juga berkoordinasi dengan instansi terkait bahkan juga dengan TNI dan Polri untuk menekan persebaran PMK. Jangan sampai PMK gelombang kedua ini, kasusnya meledak seperti sebelumnya,” pungkasnya. (end/kun)






