Blitar (beritajatim.com) – Pemkab Blitar akhirnya merencanakan untuk membenahi infrastruktur jalan. Sudah 20 tahun lamanya tidak ada pembangunan, bahkan jalanan sudah sangat rusak namun tak juga diperhatikan.
Hal ini diungkap oleh Plh Bupati Blitar, Rahmat Santoso. Dia bercerita mendapat sentilan dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw soal infrastruktur jalan yang sudah tidak layak di Desa Ngembul, Kecamatan Binangun.
“Karena kami membangun ini hampir 20 tahun di Kabupaten Blitar ini tidak ada pembangunan menurut tadi DPR RI,” kata Plh Bupati Blitar Rahmat Santoso, ditulis Jumat (2/2/2023).
Menurut Rahmat, jumlah jalan di Kabupaten Blitar mengalami kerusakan yang cukup parah. Salah satunya jalan di sepanjang Desa Ngembul hingga Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, yang kondisinya sudah tidak layak.
Sejatinya, jalan tersebut bukan untuk dilalui kendaraan bertonase besar. Sehingga proses perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Blitar terasa seperti sia-sia.
Maka dari itu Pemerintah Kabupaten Blitar menggandeng Komisi V DPR-RI untuk mengusulkan anggaran perbaikan jalan di wilayah kabupaten Blitar.
“Ya nanti peningkatan kelas jalan karena kan ini kelas jalan kabupaten yang tidak semestinya dilewati tonase berat kendaraan yang lewat karena ada truk-truk trailer, lha kenapa di situ, kalau saya tidak perbolehkan menanam tebu, ya juga masalah juga,” jelasnya.
Upaya menggandeng Komisi V DPR ini dilakukan agar proses pembangunan infrastruktur jalan di Blitar terutama wilayah selatan bisa berjalan cepat dan sesuai dengan standar. Mengingat anggaran dari APBD Kabupaten Blitar terbatas sehingga untuk pembangunan infrastruktur jalan yang lebih memadai diperlukan dana tambahan yang lebih besar.
“Kami tadinya permintaan kami sebanyak-banyaknya, dan Alhamdulillah hari ini dilos semuanya sama Komisi V sesuai kebutuhan,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Blitar”]
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Roberth Rouw mengatakan, penting kehadiran pemerintah pusat untuk memperbaiki infrastruktur jalan di sepanjang desa Ngembul hingga Rejoso di kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.
Roberth menyebut, pemalangan yang terjadi beberapa kali di sepanjang jalan desa Ngembul hingga Rejoso berdampak pada berhentinya ekonomi di tingkat regional hingga nasional.
Pasalnya jalan tersebut merupakan akses utama pengiriman tebu ke pabrik gula yang ada di desa Rejoso Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar. Dengan adanya aksi protes warga akibat jalan rusak maka proses produksi gula juga akan terganggu.
Atas dasar itulah pemerintah pusat harus hadir untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang dinilai tidak layak.
“Saya kira jalan ini sangat perlu pemerintah pusat hadir karena sudah pernah beberapa kali itu masyarakat melakukan pemalangan jalan itu dampaknya sangat besar sampai pemerintah pusat ikut untuk minta itu bisa segera di koordinasi untuk jalan itu dibuka kenapa saya sampaikan itu karena dampak dari pada penutupan daripada penutupan jalan itu akan berdampak secara nasional,” kata Roberth.
Kehadiran Pemerintah Pusat ini diperlukan karena pemerintah daerah Kabupaten Blitar tidak sanggup membiayai perbaikan dan peningkatan jalan. Menurut Roberth sudah selayaknya jalan yang menunjang pabrik gula tersebut dilakukan peningkatan kualitas jalan, karena banyaknya kendaraan besar yang melintas.
“Untuk menyelesaikan karena pemerintah daerah tidak sanggup untuk bisa membiayai perbaikan dan peningkatan jalan karena itu harus ada peningkatan jalannya karena truk-truk yang lewat itu sudah ya kita tahu semua ya Sudah melewati tonase ketentuannya,” imbuhnya.
Beberapa waktu lalu masyarakat desa Ngembul Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar melakukan aksi tebar ikan lele hidup sebanyak 30 kg di jalan berlubang. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.
Masyarakat merasa kecewa atas sikap Pemerintah Kabupaten Blitar yang tak kunjung memperbaiki jalan penghubung antar Kecamatan tersebut. Menurut masyarakat selama ini Pemerintah Kabupaten Blitar hanya melakukan tambal sulam di mana jalan akan kembali berlubang setelah dilewati oleh truk yang bermuatan berat.
Masyarakat pun kini menunggu realisasi pembangunan jalan di sepanjang Desa Ngembul hingga Rejoso Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar. Masyarakat berharap perbaikan jalan yang dilakukan tidak hanya sekedar tambal sulam melainkan adanya peningkatan kualitas jalan sehingga layak untuk dilewati kendaraan besar. [owi/beq]






