Surabaya (beritajatim.com) – Merangkul suporter memang menjadi kunci perubahan stigma negative suporter menjadi suporter yang positif.
Hal ini pun sama dengan bonek suporter Persebaya yang dulunya memiliki catatan buruk dengan perubahan yang saling bersinergi saat ini suporter Persebaya lebih mencintai kedamaian.
Hal ini disampaikan Husain Ghozali, salah salah koordinator suporter Persebaya mengatakan jika para sebagai pionir kita harus merubah pola pikir dan cara pandang para suporter.
Dengan duduk bersama baik dari pemerintah kotanya, manajemen, keamanan dan suporter itu sendiri bagaimana citra buruk ini diubah dengan cara yang positif dan saling bersinergi.
Salah satu contohnya dengan kegiatan sosial, mengedukasi sesama suporter baik di dalam stadion maupun di luar stadion, bahkan kita menegaskan tidak akan menoleransi jika para suporter melakukan tindakan anarki.
“Memang mengubah negatif ke positif butuh proses salah satunya adalah mengedukasi bagaimana merubah mainset suporter, kedua sinergi antara stakeholder dan aksi sosial harus dilakukan,” ungkap pria yang kerap disapa cak Cong, Selasa (31/1/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”persebaya”]
Lebih lanjut dikatakan Husain Ghozali ia juga menyayangkan dengan adanya kejadian semacam ini. Harusnya para suporter ini sudah mengerti arti dari rivalitas 90 menit itu seperti apa.
“Harusnya suporter sudah paham arti atau makna rivalitas itu 90 menit hanya di dalam stadion dengan kita menyanyikan chant -chant untuk melemahkan lawan dalam pertandingan. Selebihnya ketika diluar kita sudah kembali bersaudara hal ini yang masih belum dipahami,” imbuhnya.
Diketahui sebelumnya, Minggu (29/1/2023) lalu ratusan suporter melakukan unjuk rasa yang digagas oleh kelompok Arek Malang Bersikap pada pukul 11.30 WIB berakhir ricuh.
Kantor Arema FC di Jalan Mayjend Panjaitan Nomor 42, Kecamatan Klojen, Kota Malang mengalami kerusakan.
Bahkan sebelumnya juga terjadi aksi pelemparan batu ke bus Timnas Thailand beberapa waktu lalu. Di minggu lalu suporter juga melakukan hal yang sama dimana dilakukan kembali Pelemparan batu ke bus tim Persis Solo di Tangerang. [way/beq]






