Sampang (beritajatim.com) – Nelayan Sampang, Hafid (35), ditemukan meninggal dunia dan mengapung di Pantai Sokobanah. Penemuan jasad nelayan asal Dusun Lebbak, Desan Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang ini berjarak 15 Kilometer dari titik korban tenggelam yaitu di Pantai Rabian.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, H. Imam, membenarkan hal itu. Menurut dia, jasad Hafid ditemukan setelah tim Basarnas penyisiran hingga radius 15 km dari titik korban terjatuh saat melaut.
“Setelah melakukan pencarian secara maksimal, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban ke arah timur laut,” terangnya, Senin (30/1/2023).
Imam menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB. Selanjutnya sesuai permintaan keluarga, langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
“Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” imbuhnya.
Kapolsek Sokobanah Iptu Ivan Danara Oktavia juga membenarkan ada penemuan mayat di perairan Kecamatan Sokobanah. Diduga nelayan asal Ketapang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Sampang”]
“Korban sudah berhasil dievakuasi tim BPBD dan Basarnas, saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga korban,” ujarnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Hafid seorang nelayan asal Ketapang diduga tenggelam ke dalam laut, saat hendak menambatkan kapalnya di sekitar pantai Rabian, Sabtu (28/1/2023).
Informasi yang diperoleh beritajatim.com, sebelum tenggelam Hafid menepi karena cuaca buruk. Ketika mendekati pantai, dia turun dari perahu untuk memasang tali dibantu oleh nelayan lainya.
Seketika ombak besar datang dan menghantam kapal. Hafid pun terbawa arus ombak.
Rekan korban yang semula membantu proses penambatan kapal kebingungan. Setelah dilakukan pencarian selama setengah jam, Hafid tidak ditemukan.
Sehingga, ia memilih untuk melaporkan kejadian itu kepada warga dan ditindak lanjuti oleh tim gabungan SAR Nasional meliputi BPBD, PMI, TNI-Polri. [sar/beq]






