Banyuwangi (beritajatim.com) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) secara resmi merilis Karisma Event Nusantara atau KEN 2023 di Teater Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Kemasan KEN 2023 ini berbentuk festival yang menggabungkan antara showcasing kekayaan budaya dan event nusantara serta mempromosikan KEN secara lebih luas kepada masyarakat, dengan semangat Bangga Berwisata di Indonesia.
Ada 5 bidang penilaian KEN di antaranya, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Inovasi dan Kreativitas, Manajemen Event, Strategi Komunikasi, Pengembangan Bisnis dan Pemasaran.
Dalam gelaran ini, dua produk event Banyuwangi masuk di dalamnya. Ada dua produk di antaranya Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Hal ini menjadi sebuah kebanggan karena masuknya dua event harus melalui kurasi ketat dari 291 event yang tersebar di 38 Provinsi.
“KEN 2023 merangkum 110 event unggulan se-Indonesia. Dari Jawa Timur terdapat 8 event yang masuk dalam KEN. Banyuwangi satu-satunya kabupaten dengan dua event unggulan yang nangkring di KEN 2023, yakni Gandrung Sewu dan BEC,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
Secara khusus Sandiaga Uno memberikan apresiasi untuk Banyuwangi karena mampu menggerakkan ekonomi kreatif melalui inovasi budaya dan pariwisata. Dia menyebut, Banyuwangi cocok dijuluki sebagai kabupaten Pioneer of Attraction.
“Festival di Banyuwangi perlu dicontoh daerah lain. Dengan inovasi baru yang dapat menggerakkan ekonomi kreatif, mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi para pelaku industri kreatif,” lanjut Sandi.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi mengaku bangga karena Kemenparekraf memilih Gandrung Sewu dan BEC masuk dalam rangkaian KEN 2023.
“Alhamdulillah, pariwisata terus Banyuwangi mendapat dukungan dari pusat. Terimakasih Menparekraf atas kepercayaannya terhadap Banyuwangi. Ini menjadi pemicu bagi kami untuk terus melestarikan seni dan budaya Banyuwangi serta mengembangkannya menjadi atraksi yang menarik,” kata Ipuk.
Ipuk menilai, hal itu dapat menaikkan pamor pariwisata kabupaten The Sunrise of Java. Selain itu, KEN juga akan mendorong kebangkitan ekonomi daerah.
“Ini yang terpenting. Event-event yang kami gelar dapat memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat. Memberi manfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” ujarnya.
Ke depan, kata Ipuk, gelaran dalam balutan B-Fest juga bertujuan sebagai sarana konsolidasi masyarakat. Termasuk juga sebagai jembatan pengembangan dan pelestarian seni budaya di tengah era modernisasi.
“Sekali lagi, kami berterima kasih atas dukungan dari pemerintah pusat kepada Banyuwangi,” ujarnya. (rin)






