Blitar (beritajatim.com) – Mulai pekan ini Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar akan melakukan vaksinasi booster dosis ke 2 bagi masyarakat. Vaksinasi Booster ke 2 ini akan dilakukan di seluruh Puskesmas Kabupaten Blitar.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun mempersilahkan masyarakat umum untuk mengikuti vaksinasi booster dosis ke 2 di Puskesmas terdekat. Vaksinasi booster dosis ke 2 ini diberikan secara gratis untuk masyarakat.
“Ya mulai pekan ini masyarakat kabupaten Blitar sudah bisa melakukan vaksinasi booster dosis ke 2,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Anggit Ditya Putranto, Rabu (25/01/23).
Adapun sasaran vaksinasi booster dosis ke 2 ini adalah masyarakat umum yang telah menjalani penyuntikan vaksin booster dosis pertama. Selain itu jarak antar penyuntikan vaksin booster dosis pertama dengan yang ke dua telah berjarak 6 bulan.
Penerima vaksinasi Booster dosis ke 2 ini juga harus telah berusia 18 tahun ke atas. Bagi masyarakat yang telah memenuhi syarat diatas maka Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mempersilahkan untuk menjalani vaksinasi booster dosis ke 2.
“Tentu syarat utamanya yakni berusia 18 tahun serta juga telah melakukan vaksinasi dosis pertama dan jaraknya harus lebih dari 6 bulan,” imbuhnya.
Adapun jenis vaksin yang digunakan untuk vaksinasi booster dosis ke 2 ini adalah jenis pfizer. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menjamin bahwa vaksin Pfizer aman digunakan oleh seluruh masyarakat.
Selain itu vaksin jenis tersebut juga bisa digunakan oleh masyarakat yang vaksin booster pertamanya tidak menggunakan jenis pfizer.
Total ada 9 ribu dosis vaksin yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dalam rangka percepatan vaksinasi booster dosis ke 2 ini. Jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat pasokan dari pusat akan terus berdatangan ke Kabupaten Blitar.
“Kalau stok kami melimpah mas ada 9 ribu dosis vaksin yang tersedia kalau habis tinggal minta ke provinsi karena sekarang di provinsi stok berlimpah,” kata Anggit.
Capaian vaksinasi booster pertama di Kabupaten Blitar sendiri terbilang cukup rendah yakni hanya beberapa di angka 28 persen saja. Jumlah tersebut jauh dari target Pemerintah Kabupaten Blitar.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-19″]
Rendahnya capaian vaksinasi booster dosis pertama tersebut terjadi karena kurangnya minat warga untuk menjalani penyuntikan vaksin. Masyarakat merasa enggan mengikuti vaksinasi yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar sehingga target capaian vaksinasinya tidak sampai.
Hal itulah yang menjadi kendala bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar untuk melakukan vaksinasi booster dosis ke 2. Masih banyaknya warga yang belum menjalani vaksinasi booster dosis pertama akan menjadi penghambat laju percepatan penyuntikan vaksin dosis ke 4 atau booster ke 2.
“Permasalahannya capaian vaksinasi booster pertama kami masih rendah yakni 28 persen jadi penghalang untuk melakukan penyuntikan vaksin booster dosis ke 2,” pungkasnya. [owi/but]






