Jember (beritajatim.com) – Ada tips yang perlu diperhatikan siswa calon peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2023 agar bisa lolos. Registrasi akun Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) untuk siswa sudah dimulai pada 9 Januari 2023 dan berakhir pada 15 Februari 2023.
Tips pertama, siswa diimbau segera membuat akun tanpa harus menunggu menit-menit akhir. Tips kedua, jangan terpaku hanya pada program studi tertentu saja. Selama ini di Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, siswa peminat kelompok sains teknologi lebih banyak memilih program studi rumpun kesehatan. Sementara peminat kelompok sosial humaniora lebih memilih program studi manajemen.
Terpusatnya pilihan pada program studi tertentu membuat kompetisi makin ketat. “Padahal masih banyak pilihan program studi lainnya. Buka wawasan dan cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai keistimewaan masing-masing program studi,” tutur Rokhmad Hidayanto, Wakil Koordinator Kehumasan Universitas Jember, Rokhmad Hidayanto, ditulis Senin (23/1/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”SNPMB”]
Berdasarkan data Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2022 di Unej, Program Studi Farmasi paling banyak diminati untuk rumpun sains teknologi dengan 1.408 orang pelamar, dengan jumlah calon mahasiswa yang diterima 48 orang (3,4 persen).
Terbanyak kedua adalah Program Studi Ilmu Keperawatan yang diminati 1.322 orang dan hanya menerima 60 orang (4,5 persen). Berikutnya adalah Program Studi Pendidikan Dokter yang menerima 30 calon mahasiswa dari 1.124 pelamar (2,6 persen).
Sementara untuk sosial humaniora, Program Studi Manajemen diminati oleh 1.108 peserta dengan jumlah calon mahasiswa yang diterima 81 orang (7,3 persen). Posisi kedua adalah Program Studi Pendidikan Guru SD dengan peminat 789 dan menerima 41 orang (5,2 persen). Berikutnya Program Studi Administrasi Bisnis yang menerima 51 mahasiswa dari 660 peserta (7,7 persen).
“Dipastikan akan banyak siswa yang gugur dalam seleksi mengingat kompetisi yang ketat. Padahal program studi lain juga tak kalah mentereng dan memiliki masa depan cerah jika siswa mendalaminya sungguh-sungguh,” kata Rokhmad.
Rokhmad mengingatkan, lemampuan softskill untuk dunia kerja bisa diperoleh di kampus tanpa harus terpaku pada satu program studi saja. “Apalagi Kemendikbudristek sudah menerapkan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar dimana saja, magang, penelitian bahkan berwirausaha,” katanya. [wir/kun]






