Banyuwangi [beritajatim.com] – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendapatkan arahan Presiden Jokowi pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forkopimda Tahun 2023 di SICC, Bogor, beberapa waktu lalu. Hal itu menjadi modal untuk menggelar rapat koordinasi dengan SKPD di daerahnya.
Meski mengagendakan bersama kepala SKPD namun, pihaknya juga melibatkan pejabat di masing-masing dinas. Hal itu dimaksudkan agar semua dapat memahami mengenai arahan tersebut.
“Kita ingin arahan Presiden Jokowi ini bisa dipahami oleh birokrasi di semua tingkatan. Sehingga kita bisa bergerak bersama dan seirama,” ungkap Ipuk.
Poin pentingnya adalah, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut mengenai ancaman resesi global yang diprediksi bakal terjadi pada tahun ini. Meskipun, pihaknya menjelaskan mengenai posisinya yang dinilai masih aman.
“Pertumbuhan ekonomi kita tercatat positif, tapi kita harus tetap berhati-hati dan waspada,” ujar Ipuk menirukan arahan presiden.
Akan tetapi, ancaman itu sekaligus menjadi cambuk bagi daerah agar segera meresponnya. Pemerintah daerah harus segera bersiap untuk menghadapi hal itu. Setidaknya, mampu menekan dampak yang akan ditimbulkan.
Terutama, menyiapkan dan memastikan program daerah yang tepat sasaran dan berdampak pada masyarakat luas. Sehingga tujuannya dapat menekan angka inflasi yang bakal ditimbulkan.
“Jangan hanya sekadar menjalankan program. Tapi, harus berorientasi pada output,” terangnya.
Selanjutnya, kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, pihaknya akan bergerak cepat. Termasuk memberikan peringatan kepada seluruh jajaran SKPD agar lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya melihat langsung kondisi dan meninjau harga sejumlah kebutuhan di tengah masyarakat.
“Sehingga potensi inflasi bisa ditekan sedini mungkin,” harapnya.
Dalam menyampaikan arahan Presiden Jokowi itu, Ipuk menekankan agar semua pihak dapat bersinergi, bekerjasama menghadapi tantangan ke depan. [rin]






