Surabaya (beritajatim.com) – Mayor Jenderal TNI Farid Makruf telah resmi menjabat sebagai Panglima Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya. Ada sejumlah target yang hendak dia capai.
Target yang paling besar ingin dia wujudkan adalah mendamaikan Bonek dan Aremania, dua kubu suporter sepakbola fanatik di Jawa Timur yang tidak pernah akur. Dia membayangkan antara Persebaya dan Arema FC bisa seperti AC dan Inter Milan.
“Seperti di AC Milan dan Inter Milan itu. Stadionnya satu. Kalau AC Milan yang main namanya San Siro. Kalau Inter Milan main namanya Giuseppe Meazza. Mereka saja bisa, kenapa kita tidak?” ujar Farid saat berbincang dengan media di Lapangan Tembak Yonif Raider 500/Sikatan, Kamis (19/1/2023).
Selain perdamaian Bonek Aremania, Farid juga memaparkan empat tugas dari KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Empat tugas tersebut yaitu masalah ketahanan pangan, TNI Manunggal Air, Babinsa masuk dapur, hingga penanganan stunting.
“Penanganan stunting juga jadi perhatian kami. Ada 4,1 masyarakat Jawa Timur yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ini kan tidak bagus untuk bagi daerah yang disebut penyangga DKI Jakarta,” tegas Farid.
Farid juga mengungkapkan keinginannya agar Kodam V/Brawijaya dapat lebih memaksimalkan platform media sosial sebagai sarana komunikasi. Dia ingin, akun-akun medsos milik Kodam V/Brawijaya lebih banyak diisi profil-profil tentara berprestasi, khususnya Babinsa.
“Karena Babinsa ujung tombak kita bersama rakyat,” kata dia.
Dalam acara Cangkru’an dengan pimpinan media, Farid juga mempersilakan para tamu undangan mencoba senjata SS1-V4 buatan Pindad dalam kompetisi menembak.
Dalam acara ini hadir Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim, Ketua AMSI Jatim Arief Rachman, Ketua SPS Jatim Sukoto, dan Ketua IJTI Lukman. [ang/beq]






