Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memfasilitasi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar bisa masuk dalam e-katalog daerah, dan mengurus sejumlah perizinan.
“UMKM wajib ke e-katalog lokal. Dengan begitu harapannya APBD yang kami miliki sebagai kunci utama stimulan untuk membeli. APBD harus peduli, bukan hanya direncanakan, tapi barang (UMKM) dibeli dengan uang APBD,” kata Bupati Hendy Siswanto, ditulis Senin (16/1/2023).
E-katalog lokal adalah katalog elektronik yang disusun dan dikelola oleh pemerintah daerah, yang berisi sistem informasi yang memuat berbagai informasi berupa daftar, jenis, spesifikasi teknis, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), produk dalam negeri, produk Standar Nasional Indonesia (SNI) dan informasi lainnya dari berbagai penyedia barang/jasa.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
“Kalau kami disuruh membangun sesuatu fisik, kami sekejap saja bisa buktikan. Tapi UMKM kita support, perlu komitmen bersama-sama. Produk para pelaku UMKM Jember tidak kalah. Hari ini Pemkab Jember mendukung seluruh perizinan apapun,” kata Hendy.
“Teman-teman UMKM kalau tidak bisa membuat perizinan, kami yang membuatkan. Kami kawal pembuatan nomor induk berusaha (NIB) dan produk-produk halal lainnya. Pemkab Jember mengawal bukan hanya memberi cara, tapi sekalian membuatkan caranya,” kata Hendy.
Hendy memerintahkan jajarannya untuk tidak terlalu lama membantu perizinan UMKM Jember. “Bukan omong saja sebagai pejabat. Kita ikuti dan kita buatkan. Program OVOP (One Village One Product) adalah embrio mengangkat seluruh produk UMKM kami,” katanya.
“Kami punya 2,6 juta penduduk dan 612 ribu UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Saking banyaknya, bingung jenisnya. Mau memilih yang sebelah mana, dan kami punya 248 desa dan kelurahan, kami memilih produk unggulan. Kami punya 248 produk unggulan yang ada di desa-desa. Satu desa satu produk,” katanya.
Selain ‘Satu Desa Satu Produk’, Hendy mengatakan, produk turunan UMKM di Jember sangat banyak. “Ini tentunya dalam kondisi seperti ini, ini satu aset luar biasa. Di situ ada tantangan dan ada kerja inovasi kita perlu kreativitas kita. Ekonomi kreatif harus dimunculkan bersama-sama, seiring pariwista di Jember,” kata Hendy.
Inovasi sudah diawali Pemkab Jember dengan menggelar sejumlah kegiatan di alun-alun jelang akhir 2022. “Alhamdulillah pada September kemarin, saat harga BBM naik, Jember bisa menekan inflasi, terbaik se-Indonesia. Kami mendapatkan hadiah dari Presiden Rp 10,34 miliar. Uang itu kami distribusikan kepada warga yang membutuhkan. Ini bukti nyata bahwa ekonomi kreatif UMKM adalah segala-galanya saat ini,” kata Hendy
“Saat ini kami tidak berpikir jauh ke depan tentang bagaimana mengekspor (komoditas). Kami mau bermain di dalam dulu. Jangan sampai kita lengah. Melihat yang jauh, tapi di depan mata, ada yang kita olah dengan kekuatan masyarakat dan sumber daya alam luar biasa,” kata Hendy. [wir/kun]






