Surabaya (beritajatim.com) – Edukasi penggunaan sunscreen terus dimasifkan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Surabaya. Sebab, masyarakat khususnya di Surabaya dinilai belum sepenuhnya memahami pentingnya penggunaan sunscreen.
Ketua Perdoski Surabaya dr Ary Widhyasti Bandem mengatakan, meski di tahun 2022 lalu tidak ditemukan kasus yang terlalu signifikan pada kulit, namun masyarakat harus tetap mengetahui pentingnya penggunaan sunscreen.
Apalagi, saat ini banyak masyarakat yang memanfaatkan perawatan kecantikan atau estetika. “Jadi, semua ingin tampak lebih muda, lebih bersih kulitnya. Makanya hari ini kita akan memberikan penyuluhan pentingnya pemakaian sunscreen,” ujar Ary, Minggu (15/1/2023).
Ary menekankan, bahwa penggunaan sunscreen sejatinya tidak hanya dipakai saat berada di luar ruangan, namun juga saat berada di tempat-tempat indoor. Sebab, sinar ultraviolet bisa berasal dari sinar lampu hingga gadget. “Sinar matahari atau ultraviolet bisa menembus kaca. Dan juga sumber lain selain matahari, itu bisa dari sinar lampu, sinar gadget, yang kita sebut dengan blue light, itu juga ternyata mempengaruhi kesehatan kulit,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kesehatan-kulit”]
Ia mengungkapkan, dalam menjaga kesehatan kulit, tak hanya sekedar dengan memakai sunscreen saja. Melainkan juga harus menghindari paparan sinar matahari yang berintensitas tinggi. “Biasanya pada jam sembilan sampai tiga sore, paparan sinar pada saat itu sangat tinggi intensitasnya. Sehingga, kita bisa berteduh atau memakai pakaian yang menutup. Untuk praktisnya kita juga memakai sunscreen,” ungkapnya.
dr Ary menambahkan, masyarakat di Surabaya terutama para remaja sebenarnya sudah mengetahui pentingnya penggunaan sunscreen. Hanya saja, mereka masih menganggap jika sunscreen merupakan skincare yang khusus bagi orang-orang dewasa saja.

Oleh karena itu, Perdoski Surabaya mendorong agar masyarakat agar bisa bersama-sama meningkatkan kesehatan kulit. Sebab, efek dari tak memakai sunscreen tersebut dampaknya baru akan muncul sekitar 5-10 tahun mendatang. “Garis besarnya kita memberikan pelayanan yang terbaik, meningkatkan kesehatan daripada kulit, kelamin dan estetika untuk masyarakat Surabaya, khususnya,” tandasnya.
Untuk diketahui, dalam rangka HUT ke-57 Perdoski, ratusan anggota Perdoski Surabaya menggelar serangkaian acara mulai dari Fun Walk, penyuluhan atau edukasi dan konsultasi gratis pada Car Free Day di Jalan Raya Darmo, Surabaya. Di situ, ratusan peserta fun walk tampak membentangkan sejumlah poster dan spanduk yang berisi tentang pentingnya menjaga kesehatan kulit. [ipl/suf]






