Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 88 desainer lokal Indonesia ikuti Surabaya Fashion Runway Season II di Pakuwon Mall, Surabaya Barat.
Yang menarik di Season II ini mengangkat tema semangat transisi paska-pandemi. Para desainer lokal ini akhirnya bisa menampilam karya mereka di publik.
Founder Andima Management, Andrea Sarmin mengatakan desain ini berkesempatan menampilkan karyanya yang baru meskipun sebelumnya harus tertentu karena pandemi.
Di tahun ini ada 64 desainer baju anak, 14 desair busana laki-laki yang mengikuti fashion SFR di Season II dari Jawa Timur, Barat, Tengah hingga dari Bangka Belitung, Bima Kutai dan Yogjakarta.

“Kebanyakan tertarik iku itu karena melihat kesuksesan SFR tahun pertama. Dan tahun ini juga menjadi semangat adalah masa transisi pasca pandemi dan menumbuhkan kembali geliat fashion tanah air,” ungkap Andreas, ditulis Sabtu (14/1/2023).
Fashion ini akan diisi oleh para desainer baju anak, busana perempuan dan busana laki-laki. Fashion anak memang disediakan tempat tersendiri dalam SFR dan itu sekaligus menjadi ciri khas yang akan dibawa setiap tahunnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Surabaya”]
“Kami ingin menyatukan berbagai kebutuhan outfit dari lintas gender dan usia. Termasuk mode pakaian anak yang saat ini berkembang dengan pesat. Semakin banyak desainer yang bikin baju anak-anak dan tertantang menciptakan local brand baju anak yang keren. Dan itu bagus sekali, karena membuat orang tua tidak melulu harus fokus serta berkiblat pada brand luar,” ujar Founder Andima Management, Andreas
Nantinya semua siswa didik Andima Management akan diterjunkan. Mereka akan mengenakan karya-karya desainer di atas runway. Itu juga sekaligus menjadi kesempatan mereka mengaktualisasikan diri di panggung besar. [way/beq]






