Pamekasan (beritajatim.com) – Komunitas wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) menggelar Bincang Kedaruratan Bencana yang terjadi di wilayah setempat, khususnya bencana banjir Pamekasan, Jum’at (13/1/2023).
Kegiatan yang digelar berkat kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, bersama sejumlah instansi lainnya, digelar di Balai Redjo Jl Niaga Pamekasan.
Dalam giat tersebut, tampak hadir Kepala BPBD Pamekasan, Amin Jabir, Rektor Universitas Madura (Unira) Pamekasan, Dr Faisal Estu Yulianto, Camat Pamekasan, Rahmad Kurniadi, serta beberapa lurah dan ketua RT di wilayah yang sering terdampak banjir.
“Kegiatan ini sengaja kami gelar sebagai upaya untuk mengantisipasi sekaligus mencegah terjadinya berbagai bencana di Pamekasan, khususnya bencana banjir yang sering terjadi di Pamekasan,” kata Ketua AJP, Miftahul Arifin.
[berita-terkait number=”3″ tag=”banjir-pamekasan”]
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya sangat berharap ada bahan rekomendasi bagi stakeholder terkait yang nantinya dapat dijadikan sebagai solusi dalam mencegah beragam bencana, khususnya bencana banjir di Pamekasan.
“Bincang kebencanaan ini kita harapkan dapat memberikan salah satu solusi bagi para pihak terkait, khususnya dalam mengantisipasi maupun mencegah terjadinya banjir di Pamekasan,” harapnya.
Selama ini, pihaknya menyampaikan jika beragam kajian maupun diskusi seputar bencana banjir di Pamekasan, sering digelar berbagai pihak. Orientasinya untuk mengatasi persoalan banjir di Pamekasan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”banjir-pamekasan”]
“Hanya saja persoalan kebencanaan seperti banjir ini tidak cukup hanya sebatas diskusi, tetapi dibutuhkan langkah konkrit agar bencana banjir bisa diminimalisir, atau kalau bisa dicegah agar tidak terjadi,” ungkapnya.
Seperti diketahui, bencana banjir di kabupaten Pamekasan, hampir terjadi setiap tahun di musim penghujan. Berdasar data Posdalops BPBD Pamekasan, per 31 Desember 2022. Terdapat 26 bencana banjir dari total 690 jenis bencana alam yang terjadi selama 2022 lalu.
Jumlah tersebut tidak termasuk peristiwa bencana alam yang terjadi pada awal tahun, Minggu (1/1/2023) lalu. Termasuk bencana banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan di Pamekasan. Seperti wilayah perkotaan, kecamatan Batumarmar, Palengaan, Pasean, dan lainnya. [pin/ted]






