Blitar (beritajatim.com) – Kasus kematian ibu hamil di Kabupaten Blitar terbilang tinggi. Bahkan rata-rata per bulan ada 1 hingga 2 ibu hamil di Kabupaten Blitar yang meninggal dunia. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, selama tahun 2022 ada 17 ibu hamil yang meninggal dunia. Rata-rata ibu hamil yang meninggal dunia tersebut saat usia kandungan diatas 5 bulan atau 20 Minggu.
Belasan ibu yang meninggal dunia tersebut juga berasal dari berbagai kecamatan di kabupaten Blitar. Semua kematian ibu hamil di Kabupaten Blitar tersebut juga sempat menerima perawatan medis di rumah sakit.
“Ya memang lumayan banyak mas, total ada 17 ibu hamil yang meninggal selama tahun lalu, dan meninggalnya semua di rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati kepada beritajatim.com, Jumat (13/01/2023).
Adapun penyebab tingginya angka kematian ibu hamil di Kabupaten Blitar ada berbagai macam. Mulai dari keracunan hingga pendarahan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Blitar”]
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati menjelaskan bahwa mayoritas kematian ibu hamil adalah karena pendarahan saat hendak melahirkan atau dalam proses persalinan. Data Dinkes Kabupaten Blitar, selama tahun 2022 lalu ada 5 ibu hamil yang meninggal dunia akibat pendarahan.
Selain pendarahan ada pula penyebab lain dari kematian ibu hamil yakni Pre Eklamsia atau keracunan. Keracunan ini muncul saat usia kandungan sudah berumur di atas 20 Minggu atau 5 bulan.
Adapun gejala klinis yang dirasakan ibu hamil yang mengalami pre Eklamsia atau keracunan adalah mengalami pusing berat serta nyeri di bagian dada. Gejala lain yang muncul yakni mual dan muntah serta pandangan mata yang kabur.
Penyebab pre Eklamsia atau keracunan pada ibu hamil ini adalah bervariatif, dan tergantung pula daya tahan tubuh masing-masing. Namun pre Eklamsi ini bisa dicegah dengan pola hidup sehat dan makan sehat, serta diimbangi dengan olahraga yang cukup.
Pre Eklamsi atau keracunan ini cukup berbahaya bagi sang ibu maupun janin yang dikandungnya. “Mayoritas penyebabnya karena pendarahan sebetulnya mas, Karena kalau keracunan jumlah cukup kecil tapi ada, Pre Eklamsi ini cukup berbahaya bagi janin dan sang ibu,” imbuhnya.
Penyebab lain kematian ibu hamil di Kabupaten Blitar adalah karena covid 19. Meski saat ini Covid 19 telah melandai namun nyatanya penyakit ini masih menjadi ancaman serius bagi ibu hamil.
Total selama tahun 2022 ada 3 orang ibu hamil yang meninggal dunia akibat terjangkit covid 19. 3 ibu hamil tersebut meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun mengimbau agar para ibu hamil menjaga protokol kesehatan meski pandemi telah melandai. Sehingga dengan begitu potensi ibu hamil terjangkit covid 19 bisa diminimalisir. “Masih ada juga yang terjangkit covid terus meninggal dunia total ada 3 ibu hamil yang meninggal dunia akibat covid 19,” jelasnya.
Ada pula penyebab lain dari kematian ibu hamil di Kabupaten Blitar, faktornya adalah penyekatan jantung, pneumonia, edema paru, serta hysterectomy. Total ada 5 ibu hamil yang meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Angka kematian ibu hamil di Kabupaten Blitar sempat mencapai titik tertinggi pada tahun 2021 lalu. Total di masa pandemi covid 19 itu ada 66 kasus kematian ibu hamil di Kabupaten Blitar. Penyebab utamanya tentu adanya virus Corona.
Sementara pada tahun 2019 lalu, angka kematian ibu hamil di Kabupaten Blitar mencapai 19 orang. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun mengimbau agar seluruh ibu hamil untuk menjaga pola hidup dan makan sehat serta rajin berolahraga. Hal itu dilakukan agar kondisi tubuh ibu hamil dan sang janin tetap sehat. (owi/kun)






