Lamongan (beritajatim.com) – Meski diberhentikan dari perusahaan tempatnya bekerja, seorang pemuda asal Desa Keduwul, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan ini mampu bangkit. Dia sukses dalam merintis usahanya sendiri.
Pemuda itu bernama Mohammad Imron (42), yang sukses mengembangkan usaha budidaya ikan lele. Berawal dari budidaya lele di kolam terpal berukuran 1×2 meter saja, kini ia mampu memiliki 20 kolam dan bisa meraup keuntungan sekitar Rp50 juta per bulan.
Kendati demikian, Imron mengungkapkan bahwa apa yang diraihnya saat ini bukanlah tanpa hambatan dan rintangan. Ia mengaku harus bersusah payah usai di-PHK (putus hubungan kerja) oleh perusahaannya saat pandemi Covid-19 merajalela, beberapa tahun lalu.
Kala itu, ungkap Imron, ia harus mencari pekerjaan lain demi bisa menyambung hidup. Seiring berjalannya waktu, upayanya tersebut harus dihadapkan pada persoalan pelik, tak ada perusahaan atau pabrik yang mau menerimanya karena kondisi Covid-19 membuat banyak sektor kalang kabut.
Akhirnya, di tengah kejenuhannya dalam mencari pekerjaan itu, Imron memiliki ide untuk membuka usaha sendiri. Ia memutuskan untuk membuat usaha kecil-kecilan, yakni budidaya ikan lele dengan modal yang waktu itu masih pas-pasan.
“Ya, ini berawal saat saya di-PHK dari buruh pabrik. Saya bingung cari pekerjaan apa soalnya juga masih pandemi. Akhirnya, berbekal dari informasi yang saya dapat dari teman dan sanak saudara, tercetuslah ide untuk budidaya ikan lele ini,” kata Imron kepada beritajatim.com, Kamis (12/1/2023).
Imron menceritakan, ia mengawali usahanya dengan membeli benih ikan lele dengan jumlah yang tidak banyak. Kemudian ia menaburkan benih ikan lele tersebut ke dalam kolam terpal (kolam plastik) berukuran 1×2 meter, yang sudah disiapkan di samping rumahnya.
“Mulanya saya awali dengan membeli benih ikan lele. Jumlahnya belum banyak dan saya taruh pada satu kolam kecil di samping rumah, yang telah saya buat dengan ukuran 1×2 meter,” bebernya.
Berkat kesabaran dan ketekunannya dalam membudidayakan ikan lele, usaha yang dirintis Imron itu pun kini membuahkan hasil manis dan berkembang pesat. Dari yang awalnya hanya memiliki 1 kolam lele, kini Imron telah memiliki 20 kolam.
“Saat ini sudah ada 20 kolam, yang terdiri dari kolam beton dan kolam terpal dengan ukuran 2×4 meter. Setiap kolam itu saya isi ratusan bibit lele. Untuk kebutuhan makan lele itu sendiri, setidaknya menghabiskan pakan sekitar 30 kilogram per harinya,” terangnya.
Secara rinci, Imron menjelaskan, lambat laun banyak orang yang mengetahui usaha budidaya lelenya. Ia juga mengaku, setiap minggunya banyak pengunjung yang berdatangan ke pekarangan samping rumahnya untuk membeli bibit atau benih ikan lele miliknya.
Tak tanggung-tanggung, imbuh Imron, penjualan bibit ikan lelenya itu hampir mencapai 1 juta ekor dalam seminggu. Sedangkan jenis ikan lele yang dibudidayakannya yakni sangkuriang dan mutiara. Menurutnya, dua jenis ikan lele itu relatif lebih cepat perkembangannya dan kualitas ikannya pun lebih baik jika dibandingkan dengan jenis lele lainnya.

Atas apa yang diraihnya saat ini, Imron merasa sangat bersyukur. Ia juga tak lagi memusingkan kondisi keuangannya dan mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Pasalnya, dari budidaya ikan lele itu Imron bisa meraup keuntungan kisaran Rp 50 juta per bulan.
“Penjualan bibit ikan lele itu sendiri masing-masing memiliki harga berdasarkan ukurannya, untuk U7 (ukuran 7) harganya Rp 190 per ekor dan U8 serta U9 harganya Rp200 per ekor. Sedangkan untuk cek 100 setara U10 tidak dijual per ekor, melainkan dijual kiloan dengan harga Rp30 ribu per kilogramnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kastolan, salah satu pembeli benih ikan lele yang datang ke tempat budidaya milik Imron mengatakan, bibit ikan lele di tempatnya Imron mempunyai kualitas yang bagus. Selain itu, harganya juga lebih terjangkau.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
“Saya memilih membeli di sini karena bibit ikan lelenya kualitasnya lebih bagus jika dibandingkan dengan tempat lainnya. Harganya juga beda, lebih murah,” tandas Kastolan.
Berdasarkan pantauan dari beritajatim.com, para pembeli yang datang ke tempat budidaya milik Imron ini tak hanya berasal dari lokal Lamongan saja, namun juga berasal dari luar kota seperti Bojonegoro, Tuban, Gresik dan Mojokerto. Imron menawarkan bibit lelenya secara offline dan online.
Selain melayani pembelian di tempatnya yang berada di Desa Keduwul, Kecamatan Sukodadi itu, Imron juga rutin mengirim permintaan ratusan ribu bibit ikan lele ke luar pulau, seperti Makasar, Ambon dan Nusa Tenggara Timur (NTT), tiap dua minggu sekali. [riq/but]







