Mojokerto (beritajatim.com) – Angka kecelakaan kerja di PT Tjiwi Kimia pada 2022 meningkat dibandingkan 2021. Hal tersebut yang mendasari pabrik kertas ini untuk melakukan upaya pendekatan dan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) lebih intens dan inovatif khususnya pada kaum muda.
Humas PT Tjiwi Kimia, Beny Haryawan mengakui ada keteledoran dan kurangnya kepedulian bersama.
“Apalagi mereka yang mengalami kecelakaan kerja adalah pekerja yang usianya tergolong pada kelompok usia muda,” ungkapnya usai Apel Bulan K3 Nasional, Kamis (12/1/2023).
Tidak penting berapa banyak angka kecelakaan kerja. Namun menurutnya, hal tersebut yang menjadi alasan untuk melakukan peningkatan kesadaran dan budaya K3. Sehingga seluruh pekerja bahkan masyarakat di sekitar tempat kerja dapat terhindar sari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
“Untuk itu, peringatan Bulan K3 Nasional ini menjadi momentum untuk mengingatkan kepada kita akan arti pentingnya K3 guna terciptanya tempat kerja yang aman, nyaman, tenang, efektif dan produktif. Dalam Bulan K3 Nasional, kami mengajak seluruh komponen yang ada untuk turut serta bahu-membahu mengisi dan menjalankan program K3 di tempat kerja,” katanya.
Untuk mendukung upaya kesadaran akan pentingnya budaya K3, PT Tjiwi Kimia mengadakan berbagai kegiatan. karena kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Untuk itu, K3 diperlukan guna mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta menjamin setiap tenaga kerja dan terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit kerja. Menjamin setiap tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja mendapatkan perlindungan atas keselamatannya,” ujarnya.
Beny yang juga selalu Ketua Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) PT Tjiwi Kimia ini menegaskan, jika produksi PT Tjiwi Kimia salah satunya adalah HCL. Namun sejak didirikan pada 1972 lalu, PT Tjiwi Kimia tidak pernah mengalami kebocoran HCL.
“Tidak pernah (kebocoran). Kita paham kewajiban kita penanggulangan kalau terjadi. Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada kecelakaan itu. Justru kita dimintai tolong oleh orang luar kalau ada kebocoran. Tim Tanggap kita itu yang jalan,” tegasnya.
Dalam peringatan Bulan K3 Nasional, PT Tjiwi Kimia melakukan atraksi sebuah truk tangki sarat HCL bocor. Insiden merembesnya asam klorida yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan tersebut langsung disikapi awak tangki. Juga dilakukan penandatanganan deklarasi sinergitas safety-security.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Mojokerto”]
Pada Bulan K3 Nasional Tahun 2023, PT Tjiwi Kimia kembali menerima penghargaan SMK3 dari Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk ketegori Gold. PT Tjiwi Kimia sudah menerapkan Sistem Manajemen K3 ini sejak 1997 dan mendapatkan penghargaan Penerapan SMK3 sejak tahun 1998.
Data Wikipedia, dengan jumlah karyawan banyak dan dengan jenis perusahaan yang termasuk berisiko tinggi, penerapan SMK3 yang baik merupakan salah satu cara untuk menekan angka kecelakaan di tempat kerja. Dengan penerapan SMK3 diharapkan angka keselamatan kerja semakin meningkat dan angka kecelakaan kerja semakin menurun.
Sejak tahun 2001, penghargaan yang diterima Tjiwi Kimia untuk penerapan SMK3 menjadi kategori gold. Audit penerapan SMK3 yang dilakukan setiap tiga tahun sekali dirasakan oleh Tjiwi Kimia mampu mengembangkan tanggung jawab karyawan untuk lebih peduli dan memiliki rasa tanggung jawab dengan diri sendiri dan sikap kerja yang lebih baik. [tin/beq]







