Surabaya (beritajatim.com) – Perdebatan mengenai sayuran kukus dan mentah sudah berlangsung lama. Terutama perdebatan yang membahas mana di antara keduanya yang lebih baik bagi kesehatan.
Banyak yang beranggapan bahwa sayur yang dikukus justru menghilangkan kandungan gizinya. Sebaliknya, banyak juga yang mengatakan bahwa sayuran mentah beresiko menyebabkan infeksi bakteri.
Untuk menjawab perdebatan tersebut. Berikut adalah ulasan manfaat sayuran yang dikukus vs sayuran mentah, berdasarkan penelitian para ahli.
Manfaat Alami Sayuran Bagi Tubuh
Semua kandungan gizi yang baik untuk tubuh disediakan sayuran, seperti vitamin dan mineral. Sayuran juga berperan penting dalam elastisitas kulit dan menurunkan berat badan.
Sebagian sayuran biasa dikonsumsi dalam keadaan mentah sebagai lalapan atau salad, dan sebagian yang lainnya lazim dikonsumsi dalam keadaan matang, seperti wortel.
Kita biasa mengolah sayuran dengan berbagai metode memasak seperti mengukus, microwave, merebus, menumis, dan menggoreng.
Mengukus adalah metode memasak sayuran yang paling bagus. Menurut Journal of Zheijang University Science, sebuah penelitian dilakukan untuk menguji kandungan nutrisi dan senyawa pada sayur brokoli.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua metode memasak, kecuali mengukus, menyebabkan hilangnya vitamin C dan klorofil secara signifikan. Ada penurunan yang signifikan dari total protein larut serta gula larut yang ada pada brokoli.
Bahkan kandungan glukosinolat alifatik dan indol secara signifikan diubah oleh semua metode memasak tetapi tidak dengan dikukus. Ini jelas menunjukkan bahwa mengukus sayuran, terutama brokoli, jauh lebih baik untuk kesehatan.
Sayuran Kukus VS Sayuran Mentah
Sayuran mentah memang terlihat lebih organik daripada sayuran yang dimasak. Namun jangan salah menilai, beberapa jenis sayuran justru direkomendasikan untuk diolah terlebih dahulu sebelum dimakan.
Seperti sayuran tauge. Para ahli mengatakan bahwa tauge yang dikukus akan meningkatkan kandungan vitamin C dan membuat pencernaan 100 persen lebih aman dibandingkan memakannya mentah.
Tauge mentah dapat menyebabkan kembung pada perut, dan paling parah menyebabkan gejala diare.
Sayuran mentah juga rentan terhadap kesalahan keamanan dan sanitasi, karena kontaminasi bakteri.
Sementara itu, sayuran kukus memiliki manfaat sebagai berikut:
1. Metode memasak lebih cepat
Menurut ahli nutrisi, mengukus sayuran merupakan cara memasak yang lebih aman dan cepat dibandingkan cara memasak lainnya. Ahli gizi sangat menentang memasak sayur dengan menggoreng, karena sebagian besar nutrisinya hilang saat memasak makanan dengan banyak minyak. Mengukus sayuran hanya membutuhkan waktu beberapa menit.
2. Mengukus mempertahankan sebagian besar nutrisi
Mengukus mempertahankan sebagian besar nutrisi seperti niasin, beta karoten, asam pantotenat serta Vitamin C (manfaat Vitamin C) yang ditemukan dalam sayuran. Karena vitamin C larut dalam air, mengukus membantu melarutkannya dan mudah terserap.
3. Sayuran kukus melancarkan pencernaan
Pencernaan menjadi lebih mudah, terutama pada beberapa sayuran seperti brokoli, kubis dan kembang kol. Mengukus membuat tekstur sayuran lebih lunak, sehingga tidak butuh waktu lama untuk mencerna makanan. Sebaliknya, sayuran mentah bisa tidak diterima dengan baik oleh sistem pencernaan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”makanan”]
4. Mengukus mempertahankan warna dan tekstur sayuran
Saat mengukus sayuran dengan sempurna, warna dan teksturnya tetap utuh. Beberapa enzim perlu diaktifkan dengan metode memasak seperti mengukus untuk meningkatkan tekstur, rasa sayuran.
Itulah pembahasan sayuran kukus vs sayuran mentah. (kai/ian)






