Pamekasan (beritajatim.com) – Pengasuh Ketiga Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, KH Ahmad Mahfud Zayyadi dikenal sebagai sosok ikhlas, istiqomah, tawakal dan qana’ah.
Hal tersebut disampaikan salah satu santri yang sempat mengaji langsung kepada Almarhum Kiai Mahfud Zayyadi, KH Abdul Halim saat mengisi materi Pekan Ngaji 8 dengan tema ‘Refleksi Petuah Founding Father Bata-Bata’, Senin (9/1/2023).
Bahkan dalam kegiatan ngaji dalam international event tersebut, tokoh agama asal Desa Tobungan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, juga menyampaikan empat sifat yang melekat pada sosok sang guru semasa hidup dan memimpin pesantren di Desa Panaan, Palengaan, Pamekasan.
Keempat sifat dan karakter yang diketahuinya, di sifat ikhlas, istiqomah, tawakal dan qanaah. “Menurut pandangan pribadi saya, Insya’ Allah Kiai Mahfud termasuk melaksanakan kepemimpinan yang ikhlas, istiqomah, tawakal dan qanaah,” kata KH Abdul Halim.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pekan-ngaji”]
“Salah satu contoh ikhlas dalam memimpin, dibuktikan dengan sikap Kiai Ahmad Mahfud yang sering datang ke kamar-kamar santri. Tujuannya membangunkan para santri agar shalat malam, serta mengajak para santri agar selalu ikhlas dalam beramal baik,” ungkapnya.
Selain itu, menantu dari pendiri Pesantren Bata-Bata, KH Abd Majid bin KH Abd Hamid bin Itsbat tersebut, juga menunjukkan sifat istiqamah melalui sikap komitmen dalam melaksanakan berbagai tugas dan kewajiban.

“Misalnya ketika menghadiri undangan dari masyarakat, beliau tidak langsung masuk ke dalem (kediaman Kiai), tapi langsung ke mushola untuk mengajar para santri. Kalaupun tidak mengajar, beliau qadha’ (diganti),” sambung sosok berusia 59 tahun.
Hal tersebut membuktikan jika sosok Kiai Ahmad Mahfud sebagai sosok panutan, khususnya dalam melaksanakan kewajiban sebagai pendidik. “Dari itu, mari kita bersama meniru keikhlasan dan keistiqomahan beliau. Jangan sampai kita mengabaikan beragam hal kecil yang baik,” ajaknya.
Dari sisi tawakal atau berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Kiai Ahmad Mahfud tunjukkan melalui sikap mengajarkan santri dengan cara dzikir dan riadhah seperti yang lazim dilakukan oleh kaum santri.
“Pada sekitar tahun 1960-an, Kiai Ahmad Mahfud pernah mengalami masalah. Beliau memerintahkan para santri agar membaca QS Yasin sebanyak 41 kali di tengah malam. Hal ini sebagai salah satu contoh tawakal yang diajarkan beliau kepada kami para santri,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pekan-ngaji”]
Sikap tersebut juga diakui sebagai bentuk nyata jika sosok Kiai Ahmad Mahfud sebagai sosok yang memiliki sikap tawakal dan memasrahkan berbagai urusan kepada Sang Pencipta. “Namun yang pasti, selain tawakal dan tawakal juga dibarengi dengan ikhtiar nyata,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, sifat qana’ah juga melekat pada kakek dari pengasuh Pesantren Bata-Bata, KH Mohammad Faishol Abd Hamid. “Almarhum (Kiai Ahmad Mahfud) juga dikenal dengan sifat qanaah, dibuktikan dengan kepribadian beliau yang selalu menerima beragam hal yang dihadapi,” beber Kiai Abdul Halim.
Dari itu pihaknya mengajak para santri maupun alumni agar selalu dapat meneladani sifat positif yang dimiliki sang guru, KH Ahmad Mahfud Zayyadi.
“Kami mengajak para santri agar melaksanakan dawuh sering disampaikan Kiai Ahmad Mahfud; lakona kalakoh, kenengenna kennengi. Semoga dapat menjadi jalan yang bermanfaat dan barokah,” pungkasnya. [pin/kun]






