Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua korban tenggelam di Kabupaten Bojonegoro belum ditemukan. Dua korban itu, dari peristiwa berbeda di Sungai Kalitidu Desa Jelu Kecamatan Ngasem dan peristiwa di Sungai Bengawan Solo, kemarin.
Satu korban tenggelam dengan nama Tarmi (39) warga Dusun Jelu RT 11 RW 03 Desa Jelu Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Korban diduga sengaja menceburkan diri dari atas jembatan setinggi kurang lebih 8 meter ke sungai.
Saat ini Tim SAR bersama sejumlah relawan masih melakukan pencarian terhadap korban. Informasi dari relawan Elang Bengawan Rescue (EBR) Bojonegoro, proses pencarian korban masih berlangsung. Pencarian dilakukan hingga Sungai Bengawan Solo.
Sementara kendala yang dihadapi oleh Tim SAR dari kelompok tiga yang menyisir hingga muara Sungai Bengawan Solo saat ini medan sungai tidak bisa dilalui perahu. Sehingga pencarian dilakukan dengan penyisiran secara jalan kaki.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Bojonegoro”]
“Untuk jalan kaki saja sulit, untuk dilewati. Karena banyak bambu di tengah kali. Jadi deteksi mayat sulit untuk diketemukan,” ujar relawan EBR, Topan Widodo, Rabu (11/01/2023).
Sementara peristiwa lain dengan korban bocah berusia 3 tahun atas nama Muhammad Dafa Saputra di tambangan Sranak – Ledok Kulon turut Sungai Bengawan Solo juga masih dalam proses pencarian.
Peristiwa itu terjadi saat korban, Dafa (3) sedang dibonceng menggunakan sepeda motor oleh bapaknya, Hartono (40) Warga RT 03/RW 01 Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro bermaksud ke kota dengan menggunakan perahu penyeberangan di Sungai Bengawan Solo.
“Saat perahu dijalankan, bocah tersebut menyalakan motor dan menarik gasnya hingga tercebur ke sungai,” ujar saksi di lokasi kejadian, Rosyid, Selasa (10/01/2023). [lus/beq]






