Surabaya (beritajatim.com) – Produk Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) tingkat tiga dinilai berpotensi menjadi revenue (pendapatan) lewat teknopreneur.
Produk tersebut dipamerkan Departemen Teknik Informatika dan Komputer (DTIK) saat PENSFest, Sabtu (07/01/2023). Pameran ini sebagai penerapan mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) selama satu tahun.
“Inovasi dan produk-produk yang dihasilkan dari mata kuliah ini berikutnya dapat diekspos keluar, dan ditawarkan kepada industri. Karya mahasiswa ini berpotensi menjadi revenue melalui teknopreneur,” kata Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr Bambang Sumantri.
Di pameran itu, sejumlah produk memakai software Agile. Platform Agile ini sudah menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran bagi angkatan berikutnya, bahkan untuk perguruan tinggi lain.
Sementara Dosen Prodi TI, Nailus Sa’adah mengaku senang, sebab acara berjalan lancar dengan mengangkat 9 produk yaitu Pictsnap, Mirai, Pawang, Marriages story, Contendence, Pick a bin, Hairm, Rakit PC dan Sandang.
“Para peserta mendapatkan kesempatan exposure dan branding diri mereka. Melalui karya atau produknya mereka dapat menunjukkan potensinya kepada masyarakat dan industri,” ujarnya.
Diketahui, PENSFest merupakan agenda tahunan Prodi Teknik Informatika. Berkonsep pameran produk IT dari mata kuliah mahasiswa prodi TI di semester 4, yaitu Desain pengalaman pengguna, Workshop pemodelan perangkat lunak dan Workshop pengembangan perangkat bergerak.
Selain itu juga mata kuliah di semester 5, yaitu Pengembangan perangkat lunak berbasis Agile, Pengujian dan penjaminan kualitas perangkat lunak, Workshop aplikasi dan komputasi awan, Workshop rekayasa ulang kode. (ipl/kun)






