Blitar (beritajatim.com) – Usia merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di alun-alun Kota Blitar, Pemerintah Kota Blitar kembali berencana akan melakukan relokasi pedagang. Kali ini yang akan dilakukan relokasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar adalah pedagang loak di pasar Templek Kota Blitar.
Rencananya relokasi ini akan dilakukan pada bulan Februari 2023 mendatang. Nantinya para pedagang barang bekas yang berada di pasar Templek Kota Blitar akan dipindahkan ke bekas pasar Dimoro Kota Blitar.
Relokasi ini dilakukan Pemkot Blitar sebagai tidak lanjut dari revitalisasi pasar Templek yang masih akan berlanjut hingga bulan April mendatang. Pemkot Blitar sendiri telah melakukan renovasi pasar Templek sejak beberapa bulan lalu, dimana saat ini kios bagian barat telah selesai di kerjakan sementara untuk yang bagian timur yang ditempati para pedagang loak baru akan diperbaiki.
Maka dari itulah Pemkot Blitar akan merelokasi seluruh pedagang loak di pasar Templek Kota Blitar ke bekas kios burung di Pasar Dimoro.
“Kami targetkan bulan Februari pedagang loak di pasar Templek Kota Blitar sudah bisa di pindahkan ke bekas pasar burung di pasar Dimoro Kota Blitar, karena rencananya kami akan melanjutkan revitalisasi pasar Templek sisi timur,” kata Kepala Disperindag Kota Blitar, Hakim Sisworo kepada beritajatim.com, Sabtu (07/01/2023).
Jumlah pedagang barang bekas atau loak di pasar Templek Kota Blitar sendiri mencapai 88 orang. Seluruh pedagang tersebut akan ikut direlokasi ke kios yang saat ini tengah dibangun oleh Disperindag Kota Blitar di pasar Dimoro.
Hakim menjelaskan bahwa saat ini proses pembangunan kios di pasar Dimoro Kota Blitar hampir rampung. Saat ini seluruh kios telah selesai dibangun dan tinggal menunggu proses finishing dan pembangunan toilet.
Pemasangan rolling door atau pintu kios juga tengah dikerjakan. Disperindag menargetkan proses pembangunan kios untuk lokasi relokasi pedagang loak pasar Templek Kota Blitar ini bisa selesai sebelum bulan Februari 2023 ini.
“Rehab kios di pasar burung yang akan ditempati pedagang loak sedang proses finishing, tinggal pembenahan sedikit dan pembangunan toilet,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”blitar”]
Sementara itu Wali Kota Blitar Santoso juga sudah melakukan peninjauan langsung di lokasi kios pasar Dimoro Kota Blitar yang tengah dikebut pengerjaannya. Orang nomer satu di Kota Blitar tersebut optimis jika pembangunan kios di pasar Dimoro Kota Blitar ini akan tepat waktu, dan bisa digunakan untuk tempat relokasi pedagang loak pasar Templek.
Santoso juga meminta agar seluruh pedagang loak di pasar Templek mau direlokasi ke tempat baru. Sehingga kios pasar Dimoro ini jatuh ke tangan yang tepat dan bukan justru ditempati oleh warga luar.
“Ya kalau dilihat ini akan segera selesai semoga bisa segera ditempati oleh pedagang loak pasar Templek Kota Blitar,” Jelas Santoso.
Sebelumnya Komisi II DPRD Kota Blitar juga telah melakukan sidak pembangunan pasar Dimoro Kota Blitar. Sidak yang dilakukan pada bulan November 2022 itu, Komisi II DPRD Kota Blitar dibuat geram oleh pengerjaan proyek pasar yang lamban.
Waktu itu Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo mengatakan bahwa progres mingguan di pasar Dimoro sangat lamban. Bahkan 3 pekan jelang digunakan, progres pembangunan pasar Dimoro kini masih mencapai angka 58 persen.
“Pada Minggu kemarin progress-nya minus 12 persen, minggu ini masih minus 4 persen. Ini tidak bisa kalau progress pembangunan terus minus. Harus bisa tepat waktu” kata Yohan Tri Waluyo.
Lambatnya proses pembangunan pasar Dimoro itu terjadi karena jumlah pekerja dalam proyek pembangunan pasar tersebut kurang. Padahal hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab dari pelaksana proyek.
DPRD Kota Blitar pun langsung meminta agar pelaksana proyek melakukan penambahan SDM dan menambah waktu pengerjaan agar pembangunan kios di pasar Dimoro tepat waktu. [owi/beq]






