Sampang (beritajatim.com) – Meninggalnya seorang guru inisial HT (51) di rumah kontrakanya di Desa Tarapang, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, sampai saat ini masih gelap. Pasalnya, jajaran kepolisian setempat belum berhasil mengamankan terduga sekaligus mengungkap kasus di balik tragedi berdarah tersebut.
Kapolres Sampang AKBP Arman saat dikonfirmasi mengatakan, kasus meninggalnya guru tersebut menjadi atensi kepolisian, termasuk melakukan koordinasi dengan jajaran Polda Jatim untuk ikut membantu penanganan kasus itu. “Kita terus melakukan upaya penanganan hukum termasuk berkoordinasi dengan Polda Jatim,” terangnya, Jumat (6/1/2023).
Terpisah, Kasatreskrim Polres Sampang AKP Sukaca mengaku telah memanggil dan memintai keterangan 20 orang yang terdiri dari keluarga dan warga setempat untuk diperiksa sebagai saksi. “Yang melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan yakni Polsek Banyuates, kami hanya membackup di tingkat Polres,” tegasnya.
Sukaca memberikan sedikit bocoran dari hasil pemeriksaan saksi sudah mengarah pada identitas pelaku, hanya saja pihaknya belum bisa mengungkapkan lantaran bersifat privasi. “Saat ini kami masih mengumpulkan alat pendukung yang mengarah kepada tersangka,” ujarnya.
Sekedar diketahui, Seorang perempuan inisial HT ditemukan meninggal di rumah kontrakanya di Dusun Duwek Buter, Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Rabu (16/11/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”pembunuhan-sampang”]
Korban ditemukan pertama oleh warga sekitar lantaran mencurigai kaca rumah kontrakan tersebut pecah. Setelah ditengok ke dalam, ternyata penghuni inisial HT tergeletak bersimbah darah dengan posisi telungkup. Sontak, warga sekitar kaget dan teriakanya mengundang warga lain berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung kondisi korban.
Tak lama kemudian, aparat kepolisian Banyuates yang mendengar adanya informasi dugaan pembunuhan itu, menuju lokasi dan memasang police line disertai dengan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek Banyuates, Iptu Rizky Akbar Kurniadi juga membenarkan dugaan pembunuhan tersebut. Korban mengalami luka bacok di kepala belakang dan luka sayatan akibat benda tajam di bagian punggung. “Iya benar, kami masih melakukan penyelidikan dan memintai keterangan saksi-saksi, untuk sementara motifnya masih belum jelas, nanti akan kami infokan kembali,” tandasnya.
Informasi yang berhasil diperoleh beritajatim.com, korban perempuan inisial HT usia 51 tahun tersebut merupakan pendatang asal Trenggalek, Jawa Timur. Korban diketahui berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah Madarasyah Tsanawiyah di wilayah Kecamatan Banyuates. [sar/suf]






