Malang (beritajatim.com) – Habib Ahmad Jamal Bin Toha Baagil menghadiri Tawasulan Menuju 100 Hari Tragedi Kanjuruhan, Kamis (5/1/2023) malam. Acara berlangsung di Halaman Pintu Utama Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Habib Jamal adalah ulama asli kelahiran Malang, Jawa Timur. Di hadapan ratusan keluarga korban, Tim Aremania Gabungan (TGA) dan korban tragedi Kanjuruhan, Habib Jamal yang juga Ketua Alumni Darul Mustofa Yaman di Jawa Timur itu menegaskan, seluruh korban Tragedi Kanjuruhan secara hakikat adalah milik Allah SWT.
“Anakmu, yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan, sebenarnya bukan anakmu. Melainkan milik Allah SWT. Jadi ikhlaskan mereka. Karena mereka saat ini sudah banyak bermanfaat karena memperoleh curahan doa doa dari seluruh penjuru negeri,” ungkap Habib Jamal.
Ulama yang juga sebagai Mundir Ponpes Anwarut Taufiq Kota Batu, Jawa Timur ini menjelaskan, manusia berhati malaikat yang sesungguhnya adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
“Apapun profesi kita, yang pertama kalau hakekatnya manusia tapi seperti malaikat, ya itu orang yang hidupnya manfaat untuk orang lain. Casing kita manusia, tapi perilaku kita, perbuatan kita, baik dan banyak memberi manfaat orang lain, sebenarnya kita seperti malaikat,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
Habib Jamal menganalogikan dirinya sendiri. “Saya ini ulama, pakai sorban. Kalau saya mengajarkan ilmu agama, dan itu bermanfaat untuk umat, saya ini malaikat. Tapi sebaliknya, jika saya hanya memakai surban putih saja, namun merugikan orang lain dan agama. Saya seperti kalajengking. Merugikan. Tidak bermanfaat seperti sapi,” ucap Habib Jamal.
Begitu juga profesi lain. Pejabat, polisi, tentara dan suporter. “Suporter yang baik akan bermanfaat untuk orang lain dan timnya. Sebaliknya, suporter yang merugikan seperti kalajengking jika datang ke stadion mabuk dulu, tidak bermanfaat,” tutur Habib Jamal disambut tepuk tangan ratusan jamaah Tawasulan.
“Pejabat juga seperti itu, kalau manfaat buat orang lain ya malaikat. Silup yo ngono, kalau dia manfaat buat orang lain ya malaikat. Tapi lek onok duwik tok ditangkap, yo sapi koen (Tapi kalau ada uang saja ditangkap, ya sapi itu) . Gak manfaat blas buat orang, kolojengking koen (Tidak manfaat sama sekali buat orang lian, kalajengking anda). Suporter yo ngono (suporter juga begitu),” kata Habib Jamal.
Diakhir ceramahnya, Habib Jamal mengajak seluruh keluarga korban tragedi Kanjuruhan, berdoa bersama. Memohon ampunan dan mengikhlaskan apa yang sudah menjadi kehendak Allah SWT. Tawasulan Menuju 100 Hari Tragedi Kanjuruhan di-inisiasi Tim Gabungan Aremania (TGA) bersama Janatul Maiyah Malang Raya. Bermunajat dan doa bersama, agar seluruh korban Tragedi Kanjuruhan, diberi tempat di sisi Allah SWT. [yog/suf]







