Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Blitar merelokasi seluruh pedagang yang berada utara Alun-alun ke sisi timur Alun-alun Kota Blitar. Dalam relokasi ini, setiap pedagang yang telah terdata akan memperoleh fasilitas gerobak jualan baru secara gratis.
Total ada 35 PKL yang direlokasi dan mendapatkan gerobak jualan gratis. Dari Jumlah tersebut, ada seorang anggota DPRD Kota Blitar yang memperoleh gerobak jualan gratis, yakni Yosi Yuliardi.
Yosi Yuliardi adalah anggota DPRD Kota Blitar sekaligus pemilik usaha Bakso Gong. Ia juga menjabat sebagai ketua paguyuban PKL Alun-alun Kota Blitar.
Apa yang diperoleh anggota DPRD Kota Blitar itu pun diprotes keras oleh 12 PKL yang tidak dapat gerobak jualan. Menurut pedagang tempat usaha Yosi Yuliardi yakni bakso Gong tidak berada di sisi utara Alun-alun Kota Blitar namun berada di Jalan Masjid Kota Blitar.
Selain itu menurut PKL, usaha bakso Gong yang dimiliki anggota Komisi I DPRD Kota Blitar itu sudah lama tidak aktif berjualan. Sehingga pemberian gerobak jualan kepada anggota DPRD Kota Blitar itu dirasa janggal.
“Ya sebenarnya kecewa ini kan orang lama tapi udah kayak seperti sudah diatur sama ketua sama pengurus paguyuban, gak dapat lapak cuma dapat tenda katanya gak jualan gak aktif gitu,”
“Tapi justru gak pernah jualan kayak bakso Gong itu kan punyanya Dewan Hanura itu malah dapat itu diluar ring kami, itu jalan Masjid,” kata Toni, PKL Alun-alun Kota Blitar, Kamis (5/1/2023).

Menurut para pedagang yang tidak dapat gerobak jualan baru, data penerima bantuan gerobak itu sudah seperti diatur oleh Ketua Paguyuban dan pengurusnya. Para PKL menuding ada kecurangan dalam proses pendataan.
Menurut para PKL, hal itu dibuktikan dengan adanya 3 saudara ketua paguyuban (Yosi Yuliardi) yang memperoleh gerobak jualan.
“Terus saudaranya itu 3 orang dapat kayak udah diatur, dipilih keluarga keluarganya itu,” imbuhnya.
Para pedagang yang tidak memperoleh gerobak jualan itu pun kini terpaksa berjualan di bawah tenda sementara di sisi timur alun-alun Kota Blitar.
Sementara itu anggota Komisi I DPRD Kota Blitar, Yosi Yuliardi mengakui bahwa dirinya memperoleh gerobak jualan gratis. Gerobak jualan gratis ini nantinya digunakan untuk berjualan bakso dengan nama usaha Bakso Gong.
Yosi Yuliardi mengaku bahwa usahanya berada termasuk di bagian sisi utara Alun-alun Kota Blitar sehingga ikut dalam daftar relokasi yang dilakukan oleh Pemkot Blitar.
“Saya ketua paguyuban, jadi saya jual di alun-alun sisi Utara,” Kata Yosi Yuliardi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”blitar”]
Meski begitu Yosi Yuliardi mengakui bahwa usahanya telah lama vakum alias tutup. Menurutnya usaha ditutup waktu pandemi covid 19 melanda Kota Blitar.
Dalam waktu itu Anggota Komisi I DPRD Kota Blitar tersebut juga meliburkan seluruh pegawainya.
“Memang waktu covid itu memang saya vakum kan la untuk pegawai saya waktu covid itu libur,” imbuhnya.
Berangkat dari situlah belasan pedagang kaki lima yang direlokasi dan tidak dapat gerobak memprotes apa yang dilakukan oleh Pemkot Blitar. Menurut PKL langkah yang dilakukan oleh Pemkot Blitar ini tidak adil.
Pemkot Blitar sendiri berencana akan memberikan bantuan gerobak jualan gratis ke 12 PKL tersebut pada akhir tahun 2023 mendatang. [owi/but]






