Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 15 petugas penyelenggara Pemilu 2024 di Kabupaten Blitar dilaporkan kelelahan. Sebagian dari mereka bahkan harus menjalani rawat inap.
Dari 15 petugas itu, 11 di antaranya petugas KPPS, 1 petugas PPS, 2 petugas Linmas, dan 1 petugas Bawaslu.
Belasan penyelenggara pemilu yang sakit tersebut harus dilarikan ke Puskesmas dan Klinik terdekat. Bahkan 2 di antaranya harus menjalani rawat inap di puskesmas.
“Total ada sekitar 15 penyelenggara Pemilu yang sakit dan harus mendapatkan perawatan di Puskesmas maupun klinik,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Cristine Indrawati, Kamis (15/2/2024).
Dua petugas KPPS rawat inap di Puskesmas Gandusari dengan diagnosa gastritis atau peradangan pada dinding lambung. Selain itu, dua KPPS yang diharuskan rawat inap itu juga mengalami obs.febris atau demam yang masih belum terdiagnosa karena apa.
“Sementara belasan petugas lain diperbolehkan rawat jalan dengan diberikan obat oleh petugas puskesmas dan klinik,” imbuhnya.
Keluhan mayoritas KPPS yang sakit tersebut adalah vertigo. Adapula KPPS yang mengeluhkan gejala gasritis, diare, obs febris, mual muntah dan beberapa penyakit lain.
Dari analisa yang diperoleh oleh tim medis beberapa diagnosa ini dipicu karena kelelahan, kurang istirahat serta pola makan yang tidak teratur. Hal itu dimungkinkan karena para petugas KPPS bekerja selama 24 jam penuh.
“Dari data ini paling banyak petugas berusia 21 hingga 30 tahun. Sehingga kami imbau untuk para petugas yang saat ini masih menjalankan tugas agar tetap memperhatikan pola tidur dengan sistem bergantian serta makan tepat waktu agar tidak memicu sakit karena tugas dan kelelahan,” tutupnya. [owi/beq]






