Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mengharuskan seluruh birokrat Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, bisa menjiwai organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing, dan mengeluarkan ide kreatif dengan menggandeng asosiasi dan pemangku kepentingan di masyarakat.
“Tahun 2023 akan jadi awal tahun kebangkitan Jember lagi,” kata Hendy, usai upacara memperingati Hari Ulang Tahun ke-94 Kabupaten Jember, di Bandara Notohadinegoro, Senin (2/1/2023).
Hendy mengatakan, masih banyak yang harus diperbaiki. “Kalaupun pada 2022 ada yang berhasil dan baik, harus lebih kita perbaiki lagi. Tapi yang lebih penting kita masih diberi kesempatan untuk bersama-sama membangun Jember,” katanya.
Tanpa menggandeng pemangku kepentingan di masyarakat, sulit bagi OPD untuk berkreasi. “Kalau kekuatan sumber daya manusia dan sumber daya alam beriringan, Jember akan segera bangkit,” kata Hendy.
Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) adalah stimulan untuk mengungkit ekonomi masyarakat Jember. Hendy mencontohkan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan (TPHP) Jember yang tahun ini akan membangun pabrik pupuk.
“Problem di pertanian dan perkebunan harus diselesaikan secara tuntas. Kalau diselesaikan sendiri oleh OPD tak akan selesai. Harus melibatkan stakeholder dan masyarakat,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”jember”]
Namun, Hendy meminta kepada seluruh pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Jember agar tetap waspada dalam melaksanakan pembangunan.
“Ekonomi cukup bagus. Namun kita perlu waspada dan hati-hati. Kalau tidak bisa memanajemen dengan baik, akan muncul problem (dampak) ekonomi global yang bermasalah. Indonesia masih aman. Jember masih aman, tapi harus tetap hati-hati,” katanya.
Saat ini, Bandara Notohadinegoro akan kembali difungsikan untuk penerbangan komersial Brand New Cessna Grand Caravan milik PT Amaya. Hendy mengingatkan, penerbangan ini membutuhkan dukungan total dari masyarakat dan instansi lainnya.
“Konkretnya ya diisi seat yang kosong supaya penuh 100 persen, sehingga bisa menarik maskapai-maskapai lain yang lebih besar. Seperti dulu pesawat jenis ATR dengan kapasitas kurang dari 100 orang pernah beroperasi di Jember,” kata Hendy. [wir]






