Tuban (beritajatim.com) – Menjelang tutup tahun 2022 yang tinggal menghitung hari, sejumlah proyek dengan nilai tender yang cukup besar di wilayah Kabupaten Tuban masih banyak yang belum selesai dan terancam molor dalam pengerjaannnya hingga tahun 2023 nanti, Kamis (29/12/2022).
Terdapat tiga proyek besar di wilayah Kota Tuban dengan menggunakan dana APBD Tuban tahun 2022 dengan nilai miliaran rupian yang saat ini proyeknya masih terus dikerjakan untuk mengejar target akhir tahun. Selain tiga proyek besar di Kota Tuban juga terdapat beberapa proyek pengecoran jalan di beberapa kecamatan yang sampai saat ini juga belum rampung.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-tuban”]
Data yang dihimpun beritajatim.com, tiga mega proyek milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban yang ada di wilayah Kota Tuban yang pertama ada penataan Rest Area Tuban. Proyek penataan bangunan lingkungan kawasan Rest Area Tuban yang digarap oleh CV Karya Nabila Teknik asal Surabaya itu anggarannya sebesar Rp 8,3 miliar lebih dengan kontrak mulai Agustus 2022 hingga 31 Desamber 2022.
Untuk proyek titik proyek besar yang kedua dan sampai menjelang pergantian tahun ini belum selesai adalah proyek tehabilitasi GOR Tuban. Proyek di GOR Tuban tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 8,9 miliar lebih dengan pemenang lelang adalah CV Bram Kontruksi Surabaya.
“Ketiga proyek besar tersebut sampai saat ini kita lihat belum ada tanda-tanda penyelesaian. Secara pribadi saya pesimis tiga proyek besar itu bisa selesai akhir tahun ini,” terang M Miyadi, Ketua DPRD Tuban saat dikonfirmasi terkait keberadaan proyek di Tuban banyak yang terancam molor.
Selain proyek dengan nilai tender miliaran rupiah itu, keberadaan proyek pengecoran di sejumlah ruas akses jalan di Tuban hingga hari ini juga banyak yang masih belum selesai. Dari pantauan beritajatim.com, salah satunya proyek pengecoran jalan yang belum selesai adalah jalan raya antara Desa Gaji dengan Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Tuban.
Sementara itu, dengan lambatnya proses pengerjaan sejumlah proyek di Kabupaten Tuban dengan anggaran miliaran rupiah itu, Ketua DPRD Tuban menilai yang menjadi salah satu faktornya adalah perencanaan dari Pemkab Tuban yang kurang matang. Dengan kurang matangnya perencanaan membuat tertundanya lelang proyek yang ada dan mengakibatkan proyek molor.
“Ini sudah kita jadwalnya untuk rapat kerja akhir tahun masing-masing komisi dengan mitra kerja. Untuk satu adalah meminta laporan serapan kerja akhir, kedua melakukan evaluasi proyek dan program kerja yang dilakukan OPD, termasuk bangunan proyek yang dibidangi komisi satu,” tegasnya.[mut/kun]







