Gresik (beritajatim.com) – Satgas pangan Pemkab Gresik melakukan survei di sejumlah gudang logistik sebelum tutup tahun 2022. Survei tersebut dilakukan untuk memastikan harga sekaligus stok di tengah ancaman inflasi tahun 2023.
Sejumlah gudang logistik yang disurvei diantaranya; Gudang Kedamean dan Balongpanggang. Di gudang Kedamean misalnya stok beras di tempat tersebut tinggal sedikit. Menurunnya stok tersebut karena para suplier enggan menyetok beras dalam jumlah besar. Mereka khawatir merugi jika harga turun.
Sementara itu, di gudang Balongpangang, stok beras tergolong masih banyak. Memang diketahui, di gudang ini harga beras menjelang tutup tahun ini cenderung turun.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag Gresik Malahatul Fardah menuturkan, sejumlah gudang logistik yang ada di Gresik dinyatakan siap untuk menyambut tahun 2023. Bahkan bila terjadi inflasi, stok beras yang dimiliki Gresik dipastikan aman.
[berita-terkait number=”3″ tag=”stok-beras”]
“Yang paling utama stok dulu, jika stoknya banyak harga cenderung stabil. Ini harga sudah mulai turun,” tuturnya, Selasa (27/12/2022).
Berdasarkan catatan Diskoperindag, harga beras premium di sejumlah pasar di Gresik berkisar Rp 12 ribu per kilogram. Harga tersebut berada dalam posisi stabil.
Sementara itu, secara terpisah Kepala Dinas Pertanian (Distan) Gresik, Eko Anindito Putro menyatakan, saat ini gudang di Gresik pada posisi akhir tahun. Dirinya belum berani menyampaikan stok beras dalam jumlah besar. Hal ini mengikuti harga beras yang mulai mengalami penurunan.
“Dalam satu sampai dua bulan ke depan, panen raya akan datang. Sehingga, stok beras akan kembali melimpah. Kalaupun terjadi inflasi, Gresik masih berstatus aman. Pasalnya, beras dalam kondisi surplus,” pungkasnya. [dny/suf]






